Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Guru Pendidikan Agama Buddha Mendapatkan Penguatan Moderasi Beragama.

Sabtu, 10 Desember 2022
Kategori : Berita

Jakarta (Humas Buddha) --------- Dalam meningkatkan moderasi beragama bagi tenaga pendidikan, Ditjen Bimas Buddha selenggarakan Sosialisasi Konsep Moderasi Beragama.

Kegiatan dilakukan secara daring dengan menghadirkan nara sumber Lukman Hakim Saifuddin (LHS).

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha menyampaikan guru pendidikan Agama Buddha wajib untuk memperoleh terkait penguatan dan pembentukan dari moderasi beragama untuk diimplementasikan di sekolah.

“Memang memerlukan waktu yang cukup panjang karena itu maka kita memberikan konseptual Moderasi Bergama, kedepan nanti kita berharap segera kita akan tata kembali bagaimana teman teman guru nanti bisa menjadi bagian dari agen-agen moderasi melalui pendidikan dengan penguatan dalam bentuk pelatihan,” kata Dirjen secara daring (10/12/2022).

Dalam kesempatan hadir sebagai narasumber Lukman Hakim Saifuddin Lukman menjelaskan bahwa bangsa Indonesia memiliki dua jati diri yang di kenal di mata dunia.

Pertama, bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang sangat beragam, majemuk, heterogen dari semua aspek kehidupan meliputi semua sektor kehidupan meliputi keberagaman suku bangsa, ras, bahasa, agama, dan flora fauna.

Kedua, bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang sangat religius sehingga nilai-nilai agama itu tidak bisa dipisahkan dari kehidupan keseharian masyarakat Indonesia.

Dari dua ciri utama tersebut, menurut LHS, menjadi titik tolak bagaimana kita menata kehidupan Bangsa Indonesia di tengah-tengah keragaman dan kemajemukan dengan mendasarkan diri pada nilai-nilai agama.

"Karena paham amalan keagamaan sangat beragam, maka harus tetap terjaga berada dalam koridor yang moderat dan tidak berlebih-lebihan. Cara kita memahami agama dan cara kita mengamalkan ajaran-ajaran agama inilah yang perlu di moderasi," lanjut Lukman.

"Moderasi beragama adalah cara pandang kita dalam beragama secara moderat, yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrem, dijaga tetap berada di tengah-tengah diantara dua kutub ekstremnya," jelas Lukman Hakim Saifuddin.

Kepada para guru Lukman menyebutkn ada 4 indikator dalam moderasi beragama yaitu Komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan akomodatif terhadap budaya lokal.


Sumber
:
Humas Buddha
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait