Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Giatkan Penguatan Moderasi Beragama, Dirjen Lakukan Diskusi dengan Lembaga Keagamaan Buddha Gorontalo

Minggu, 21 Mei 2023
Kategori : Berita

Gorontalo Bimas Buddha) ------------ Dalam upaya peningkatan Penguatan Moderasi Beragama melalui Lembaga Keagamaan, Dirjen Bimas Buddha Supriyadi lakukan diskusi dengan umat Buddha bertempat di Vihara Buddha Dharma, pada Minggu (21/05/2023).

Supriyadi sampaikan bahwa dengan adanya beberapa organisasi Sangha dan organisasi keagamaan Buddha menampakkan keragaman dalam agama Buddha di Indonesia.

“Organisasi keagamaan berfungsi sebagai wadah berkumpul, yang sebenarnya dengan ajaran yang tidak berbeda yaitu Buddha Dhamma. Umat yang melaksanakan dengan salah satu tradisi silahkan melaksanakan dengan baik, jangan membandingkan tradisi satu dengan yang lainnya,” jelasnya.

“Sesuatu yang berbeda bukan sesuatu mendasar untuk dipersoalkan. Intinya dengan tradisi dan tata cara apapun adalah sebagai sarana untuk menjalankan ajaran kebenaran untuk memperoleh ketenangan batin dan kebahagian,” lanjut Supriyadi.

Dirjen berpesan agar umat Buddha di Gorontalo, tetap menjaga hubungan baik kepada seluruh umat Buddha walaupun berbeda tradisi ataupun organisasi.

“Menyongsong Waisak marilah kita melaksanakan kegiatan yang baik, yang berguna bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Tetap menjaga kehidupan yang rukun dan harmonis apalagi menghadapi tahun politik 2024,” harapnya.

Dalam kesempatannya, umat Buddha Gorontalo menyampaikan tidak adanya Guru Pendidikan Agama Buddha PNS di Gorontalo.

Menanggapi hal tersebut, Dirjen sampaikan bahwa Guru menjadi kewenangan Kemendikbud dan Pemda setempat, jadi buat permohonan disampaikan dilengkapi dengan data dukung untuk permintaaan guru yang disampaikan ke Pemerintah Daerah. Sementara untuk mengatasi hal tersebut lanjut Dirjen, Pendidikan Agama Buddha (PAB) dapat dilaksanakan melalui Sekolah Minggu Buddha (SMB). Sehingga kami dari Bimas dapat memberikan perhatian melalui SMB.

Semenyara Waluyo Dwi Asmoro, Guru Pendidikan Agama Buddha (PAB) honorer di SDN No. 41 Hulonthalangi di Gorontalo sampaikan bahwa dirinya sudah mengabdi sejak 16 tahun lalu dengan gaji awal sebesar 150 ribu rupiah perbulan.

Sejak 3 tahun lalu menerima gaji sebesar satu juta rupiah per-bulan yang belum tentu diterimanya setiap bulan.

“Bahwa kehidupannya selama ini ditopang oleh umat vihara karena gajinya tidak cukup untuk mencukupi kehidupannya,” sebut Waluyo.


Sumber
:
Humas Buddha
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait