Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809
Puslitbang LKKMO Gelar Persiapan Omnibus Riset dan Survei Zona Integritas

Ribuan Umat Buddha Ikuti Peringatan Asalha Mahapuja 2567/2023 di Candi Agung Borobudur

Minggu, 23 Juli 2023
Kategori : Berita

Magelang (Bimas Buddha) -------- Kegiatan Indonesia Tipitaka Chanting dilanjutkan acara puncak yakni peringatan Asalha Mahapuja 2567/2023 pada Minggu (23/07/2023).

Peringatan Asadha Mahapuja 2567/2023 bertempat di Taman Lumbini area Candi Agung Borobudur diikuti oleh ribuan umat Buddha.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Supriyadi menyampaikan melalui puja bakti agung ini, umat Buddha diingatkan atas sebuah peristiwa suci yang terjadi dimasa kehidupan Buddha Gautama dimana beliau menyampaikan ajaran yang mulia untuk pertama kalinya.

“Buddha Gautama mengajarkan kepada umat manusia agar umat Buddha dapat meraih kebahagiaan sejati. Umat Buddha diajarkan untuk menyadari dan mengakui bahwa venomena kehidupan tentang adanya penderitaan,” sebutnya

Selanjutnya menurut Dirjen umat Buddha harus berusaha untuk mengikis apapun penderitaan itu, dengan proses itulah maka kebahagiaan tertinggi akan dapat tercapai.

“Kata kunci yang diajarkan adalah memutus sebab penderitaan adalah dengan melaksanakan jalan mulia berunsur delapan,” tambahnya.

Dalam Ajaran buddha, itulah jalan yang membebaskan manusia dari penderitaan. Cara mengakhiri cara hidup yang ekstrim yaitu pemuasan nafsu berlebihan dan penyiksaan yang berlebihan.

Supriyadi menambahkan peringatan Asadha mengingatkan kita untuk memperkuat dan memperdalam ketakwaan kita kepada buddha dharma dan memberikan penekanan akan pentingnya pengetahuan dan pembelajaran dalam kehidupan sebagai umat Buddha.

Dengan peringatan Asadha lanjut Dirjen mengingatkan kita akan nilai kemuliaan dan kemanusiaan   dan mengajak umat manusia untuk memperlakukan semua orang dengan hormat, menghargai hak asasi manusia dan berlaku adil dalam setiap berinteraksi dengan sesama, untuk kebahagiaan semua mahkluk, untuk menciptakan kehidupan keagamaan yang rukun, damai dan harmonis.

Sementara Bhante Sri Pannavaro Mahatera dalam pesan dhamma menyampaikan tentang penderitaan kotbah pertama Guru Agung kita tentang Dhamma Cakka Pavattana Pemutaran Roda Dhamma.

“Guru agung kita membabarkan empat kebenaran ariya, Cattari Ariya Saccani, empat kebenaran itulah yang menjadi ajaran utama dari seluruh ajaran guru agung kita, Guru agung kita juga pernah menyatakan bahwa sejak dahulu sampai kini hanya satu yang diajarkan  yaitu tentang penderitaan dan lenyapnya penderitaan,” jelas Bhante.

Bhante mengingatkan untuk melenyapkan penderitaan dengan melakukan sila, samadhi dan panna.

“Berdanalah dengan kesadaran, berdanalah dengan sati sampajanna, karena dengan berdana bisa praktek sila, samadhi dan panna. Sila, samadhi dan panna itulah praktek  jalan arya berunsur delapan, jalan untuk menyelesaikan penderitaan,” tutur Bhante Panna.   

Bhante berharap untuk berusaha keras, bersungguh-sungguh melakukan kebajikan dan membersihkan kororan batin kita, inilah ajaran guru agung kita, sebagai mana guru agung kita menyampaikan “Bahwa hanya dukkha dan akhir dari dukkha, sejak dulu sampai sekarang itulah yang ku ajarkan,” sebutnya.


Sumber
:
Humas Buddha
Penulis
:
Tim Humas
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait