Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Ditjen Bimas Buddha Gelar Upacara Songjuk Rupang Guru Padmasambhava

Senin, 23 Februari 2026
Kategori : Berita

Jakarta (Bimas Buddha) — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI menggelar Upacara Songjuk atau Prana Pratistha, yakni konsekrasi Patung Guru Rinpoche Padmasambhava, di Cetiya Jambhala Jaya, pada Senin (23/2/2026).

Upacara tersebut dipimpin oleh Lama Kuenchap Yoesel, seorang guru Dharma (Lama) asal Bhutan yang aktif membimbing dan memimpin berbagai kegiatan puja di komunitas Buddhis Arya Taray Nusantara Indonesia. Ia diundang secara khusus untuk melaksanakan ritual konsekrasi sesuai dengan tradisi Vajrayana.

Patung Guru Rinpoche yang dikonsekrasi merupakan donasi dari para donatur, guna melengkapi objek pemujaan pada altar Cetiya Jambhala Jaya dari Tradisi Vajrayana. Prosesi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai spiritual dan praktik keagamaan umat Buddha, khususnya penganut Vajrayana.

Guru Rinpoche, atau Padmasambhava, merupakan tokoh sentral dalam perkembangan Buddha Vajrayana, khususnya mazhab Nyingma di Tibet. Ia dikenal sebagai sosok yang berperan besar dalam menyebarkan ajaran Buddha ke Tibet pada abad ke-8. Selain itu, Padmasambhava juga diyakini sebagai penemu dan pengungkap ajaran-ajaran tersembunyi (terma) serta pengajar utama praktik Dzogchen, yaitu jalan spiritual untuk mengenali hakikat sejati pikiran.

Dalam tradisi Vajrayana, Guru Rinpoche dipandang sebagai pelindung, pembimbing, serta manifestasi welas asih yang senantiasa hadir bagi para praktisi. Pesan spiritual beliau yang dikenal luas berbunyi, “Jangan mencariku di luar. Aku berada di dalam setiap hembusan napasmu yang sadar!”.
Upacara Songjuk atau Prana Pratistha merupakan ritual konsekrasi Rupam Buddha atau Bodhisatwa yang bertujuan “menghidupkan” atau mengaktifkan kehadiran sakral kualitas pencerahan pada sebuah patung atau ikon suci. 

Dalam tradisi Vajrayana, prosesi ini dipandang sebagai upaya tangkas (upaya kausalya) untuk menghadirkan energi spiritual melalui doa, mantra, dan ritual khusus.

Proses pengisian (insertion) dalam Songjuk melibatkan penempatan berbagai bahan suci ke dalam patung sebagai medium penyimpanan kekuatan spiritual. Bahan tersebut biasanya berupa gulungan mantra, relik, rilbu (pil herbal dan mineral suci yang diberkati secara berkesinambungan), bubuk cendana, bubuk gaharu, serta batu-batu semi mulia yang diyakini memperkuat vibrasi spiritual objek pemujaan.


Prana Pratistha memiliki peranan penting dalam pembangunan cetiya, vihara, maupun dalam penghormatan terhadap ikon religius umat Buddha Vajrayana. Dengan terlaksananya upacara ini, Patung Guru Rinpoche di Cetiya Jambhala Jaya diharapkan menjadi sarana pemujaan yang penuh berkah, sekaligus memperkuat semangat praktik Dharma.


Sumber
:
Tim Humas
Penulis
:
A Wardiyanto
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait