Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Cinta Kasih dalam Aksi, Penyuluh Agama Buddha Temanggung Bantu Warga Hadapi Kekeringan

Selasa, 15 September 2026
Kategori : Berita

Temanggung (Bimas Buddha) — Musim kemarau yang berkepanjangan membuat warga di Dusun Bondalem, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut mendorong Penyuluh Agama Buddha Kabupaten Temanggung bersama PC Permabudhi turun langsung membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Bantuan air bersih disalurkan kepada warga Dusun Bondalem pada Sabtu (12/9/2026). Para penyuluh terlibat langsung dalam proses distribusi air hingga ke tempat penampungan warga sebagai upaya cepat untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
Tiga Penyuluh Agama Buddha Kabupaten Temanggung, yakni Ani Winarsih, Novita Dian Astuti, dan Sudiyati, turut berada di lapangan untuk memastikan proses penyaluran berjalan dengan baik.

Ani Winarsih mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial dan semangat gotong royong di tengah masyarakat. 

“Kami sebagai penyuluh agama Buddha melakukan kegiatan penyaluran air bersih ini tujuannya untuk meringankan beban umat, memperkuat gotong royong, sikap peduli sosial serta bentuk nyata implementasi ajaran Buddha,” ujar Ani.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu wujud nyata kepedulian sosial penyuluh di tengah masyarakat. Nilai cinta kasih (metta) dan welas asih (karuna) yang diajarkan dalam Dhamma diwujudkan melalui tindakan nyata untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

Keterbatasan ketersediaan air selama musim kemarau membuat penyaluran bantuan tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Kehadiran penyuluh bersama organisasi keagamaan dan relawan diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.

Penyuluh Agama Buddha Kabupaten Temanggung juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan relawan yang telah mendukung kegiatan tersebut. Kolaborasi antara penyuluh, organisasi keagamaan, dan masyarakat diharapkan terus terjaga sebagai bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial dan semangat gotong royong.

Melalui kegiatan ini, nilai-nilai Dhamma tidak hanya disampaikan melalui pembinaan keagamaan, tetapi juga dihadirkan dalam bentuk kepedulian dan pelayanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Sumber
:
Humas PPABDI
Penulis
:
Dwiyana Mettasari
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait