Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Uji Kompetensi JF Penyuluh Agama Buddha 2026 Dimulai, Dorong Profesionalitas dan Kualitas Layanan Umat

Senin, 14 September 2026
Kategori : Berita

Jakarta (Bimas Buddha) --- Sebanyak 26 Penyuluh Agama Buddha mengikuti Uji Kompetensi (Ukom) Jabatan Fungsional Penyuluh Agama Buddha Tahun 2026 yang resmi dimulai pada Senin (14/9/2026). Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dengan pusat di Kantor Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Jakarta.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi menekankan bahwa keberadaan penyuluh memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai persoalan kehidupan keagamaan dan meningkatkan kualitas umat Buddha Indonesia. 

"Maka itu pada kesempatan hari ini saya mengajak teman-teman sekalian kepada para peserta Ukom khususnya. Agar betul-betul menjadikan Ukom ini sebagai sebuah langkah nyata untuk kita melakukan evaluasi dan kita melakukan refleksi atas kapasitas kemampuan kompetensi yang ada dalam diri kita, dalam diri para penyuluh agar nantinya begitu betul-betul menjadi penyuluh yang profesional, yang bisa menghayati, bisa melayani umat, melayani masyarakat dengan baik sehingga umat bisa menemukan jalan hidup dan bisa menemukan kebahagiaan atas setiap persoalan yang dihadapinya. Tidak mudah memang" ungkapnya.

Supriyadi juga mengingatkan bahwa Ukom tidak semata-mata menjadi tahapan administratif untuk perpindahan maupun kenaikan jenjang jabatan. Menurutnya, proses tersebut harus menjadi bagian dari tanggung jawab Ditjen Bimas Buddha untuk memastikan hadirnya penyuluh yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan layanan terbaik kepada masyarakat Buddha. 

Ia juga menegaskan pentingnya pelaksanaan Ukom yang objektif dan bebas dari praktik nepotisme, kolusi, dan korupsi.  

"Harapan saya Ukom ini dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, penuh integritas, dan jauh dari yang namanya nepotisme, apalagi kolusi, apalagi bagian dari korupsi."

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Ditjen Bimas Buddha, Triroso menyampaikan bahwa pelaksanaan Ukom merupakan bentuk fasilitasi terhadap pengembangan karir penyuluh, khususnya bagi mereka yang mengikuti mekanisme perpindahan jabatan maupun kenaikan jenjang. 

Triroso juga mengingatkan peserta untuk mempersiapkan diri secara optimal, mengingat pelaksanaan Ukom melibatkan Unpenkom (Unit Penilaian Kompetensi) Biro SDM Kementerian Agama. 

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan dengan baik dan memperoleh hasil terbaik. 

"Harapan saya Ukom dapat terlaksana dengan baik dan 100% peserta bisa lulus, semua tergantung bapak ibu dalam mempersiapkan diri karena pelaksanaan bukan hanya dari Ditjen Bimas Buddha, tetapi Biro SDM dan Unpenkom yang nanti siang juga akan memberikan pengarahan sekaligus simulasi terkait dengan yang akan dilaksanakan CAT besok."

Melalui pelaksanaan Ukom ini, Ditjen Bimas Buddha berharap pengembangan kompetensi dan karir Penyuluh Agama Buddha dapat berjalan secara profesional dan terukur. Penyuluh yang memiliki kompetensi dan integritas diharapkan semakin mampu menjalankan perannya dalam memberikan pelayanan keagamaan serta mendampingi umat Buddha dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Sementara Kasubdit Penyuluhan, Sariyono, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Ukom telah dipersiapkan melalui berbagai tahapan. Tahapan tersebut meliputi pengumuman pembukaan dan pendaftaran Ukom, verifikasi dokumen pendaftaran, pengumuman hasil verifikasi dokumen pendaftaran, serta seremonial pembukaan Ukom dan penjelasan teknis pelaksanaan Uji Kompetensi Manajerial, Sosial Kultural, dan Teknis.

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa Ukom akan berlangsung selama dua hari berikutnya, dengan tahapan yang berbeda. 

"Pada tanggal 15 September 2026, akan dilakukan penilaian kompetensi mansoskul dengan CAT dan tanggal 16 September 2026 akan dilakukan penilaian kompetensi teknis berupa wawancara oleh tim penilai yang telah ditetapkan melalui keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha."

Sebanyak 26 peserta mengikuti penilaian kompetensi tahun ini. Dari jumlah tersebut, 9 (sembilan) peserta mengikuti mekanisme perpindahan jabatan, terdiri atas 7 (tujuh) peserta pada jenjang Ahli Pertama, 1 (satu) Ahli Muda, dan 1 (satu) Ahli Madya. Sementara itu, 17 peserta mengikuti kenaikan jenjang, terdiri atas 5 (lima) Ahli Muda dan 12 Ahli Madya.


Foto: Hendri Yoga Permana


Sumber
:
Humas Bimas Buddha
Penulis
:
Meta Setiya W
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait