Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

ASN Ditjen Bimas Buddha Tidak Bekerja Biasa-Biasa Saja.

Kamis, 13 Oktober 2022
Kategori : Berita

Jakarta (Humas Buddha) ----------- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Supriyadi pimpin rapat terkait Perubahan Penyesuaian Sistem Kerja ASN BerAKHLAK menuju SMART ASN, Selasa (11/10).

Supriyadi menyampaikan sebagai ASN Bimas Buddha Kementerian Agama kita tidak bekerja biasa-biasa saja, pemanfaatan media dapat dioptimalkan sebagai branding kinerja organisasi Ditjen Bimas Buddha.

“Media tidak lagi dimanfaatkan untuk informasi yang bersifat personal seremonial akan tetapi lebih kepada peningkatan branding kinerja organisasi Ditjen Bimas Buddha,” jelasnya.

Lebih lanjut Dirjen menjelaskan terkait proses pelaksanaan penyesuaian sistem kerja, kita harus tidak lagi bekerja atas dasar penganggaran yang tercantum pada RKA-KL akan tetapi kita harus ingat tugas fungsi yang ada di PMA 72 tahun 2022.

Kepada peserta rapat Supriyadi menjelaskan penerapan peyesuaian sistem kerja pada Ditjen Bimas Buddha.

“Kita memiliki potensi pegawai dengan latar belakang agama yang beragam (wujud Moderasi Beragama) kita akan bekerja secara lebih adaptif sesuai nilai core value BerAKHLAK mewujudkan tata kerja yang lebih kolaboratif dan dinamis, serta penilaian kinerja dan pola karir pegawai yang lebih jelas,” ungkap Dirjen.

Menurutnya saat ini kita harus memulainya, tidak ada lagi jenjang atasan dan bawahan, tidak ada lagi kotak kotak, bekerja dengan pola tim work bebas dari Silo mentality. Selain hal tersebut adanya gap generasi X, Y, Z mileneal juga bukanlah penghalang. Bersama-sama kita saling berbagai pengetahuan, bagi yang sudah tahu bisa menjadi sebagai pembelajar, sedangkan yang belum tahu hendaknya mau belajar.

Terkait dengan pola karir kata Supriyadi selama ini banyak dari kita yang berfikir bahwa jenjang karir pejabat yang terbaik adalah jenjang struktural, akan tetapi pola karir yang sekarang justru dimungkinkan karir Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) bisa lebih cepat dari Struktural.

Selanjutnya Dirjen beharap agar nanti kita bisa bentuk berbagai tim untuk menunjang capaian kinerja sesuai sasaran program.

Setiap Tim memiliki anggota-anggota pada setiap proses perencanaan, pelaksanaan serta monev dan pelaporan. Semua JFT dan pejabat administratif maupun pengawas akan terlibat secara kolaboratif.

Secara individu masing masing akan mendapatkan Penilaian Angka Kredit (PAK) yang akan mensupport pada kinerja organisasi. Saat ini pemerintah telah menetapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebagai bagian Reformasi Birokrasi kita telah melaksanakannya dengan beberapa aplikasi, salah satunya SRIKANDI dalam rangka transformasi digital di lingkungan pemerintahan.

Untuk mendukung percepatan sistem kerja kedepan Ditjen Bimas Buddha akan melakukan berbagai hal diataranya:

  1. Pembentukan Tim Efektif;
  2. Sosialisasi Permen PANRB No. 6 tahun 2022;  
  3. Soialisasi Permen PANRB No. 7 tahun 2022;
  4. Sosialisasi Permen PANRB No. 22 tahun 2021;  
  5. Pembentukan Tim Transformasi Manajemen ASN;
  6. Penyusunan Juknis Sistem Kerja Bimas Buddha pada Jangka menengah (Januari sampai dengan April 2023) denganmelakukan Sosialisasi KMA No 788 tahun 2022,  Internalisasi Moderasi Beragama, Juknis Pola Karir ASN Bimas Buddha, Internalisasi core value ASN, Internalisasi Pola Karir Pada Jangka panjang (Januari – Desember 2023).  

Sumber
:
Humas Buddha
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait