Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Hari Ke-2 Sippa Dhamma Samajja Juri Mulai Menilai Berbagai Jenis Lomba

Rabu, 21 Juni 2023
Kategori : Berita

Surabaya (Bimas Buddha) ------------ Hari ke dua pelaksanaan Sippa Dhamma Samajja Tingkat Nasional (SDS) ke IX tahun 2023, semua juri mulai menilai semua jenis yang diperlombakan mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA.

Lomba yang di nilai juri secara langsung melalui video seperti Dhamma Gita (Menyanyi Lagu Rohani Buddha), Dhammapada (Membaca Syair), Dhammakatha (Pidato Buddhis); dan Dhammakkhayika (Bercerita Buddhis), ada juga juri yang menilai secara fisik yakni lomba Dhamma Vikata (Cerita Bergambar), dan untuk lomba Dhamma Vijja (Cerdas Cermat) peserta mengikuti secara virtual dengan sistem sistem Computer Based Test (CBT).  

Bhante Nyanasuryanadi Mahathera (Juri Lomba Dhammapada) menyampaikan pelaksanaan Sippa Dhamma Samajja Tingkat Nasional (SDS) ke IX tahun 2023 tahun ini merupakan kegiatan yang luar biasa karena dilaksanakan ada yang daring dan khusus virtual.

“Tentu apa yang kami lakukan sebagai tim juri terutama Dhammapada menerima dokumen-dokumen terkait dengan video pembacaan syair-syair Dhammapada itu merupakan hal yang baik, karena disamping para peserta didik tidak harus datang kemari, namun di sisi lain memang kami hanya melihat secara digital,” ungkapnya

Menurutnya digital itu ada kekurangan dan kelebihan, kelebihannya simple, mudah dan hemat tapi disisi lain tidak tau secara langsung humen tech-nya bagaimana perasaan, walaupun bisa kami amati melalui apa yang ditampilkan adik adik semua.

“Apapun yang kita lakukan baik melalui video atau langsung pada prinsipnya inilah tempat sebagai ajang untuk berinovasi berprestasi untuk meningkatkan kualitas keyakinan kita kepada agama Buddha,” sebut Bhante

Bhante berharap Sippa Dhamma Samajja sebagai media untuk berkomunikasi dan saling asah asih asuh yang paling mengena langsung atau tatap muka.

Cindyawan meyampaikan bahwa dirinya sebagai juri Dhamma Vikata (Cerita Bergambar), menerima hasil video dan hasil fisik berupa hasil karya gambar yang di kirim dari daerah-daerah ke panitia kemudian hasil karya itu kami nilai satu persatu. “ada empat kreteria yang harus kami nilai yaitu etika, estitika, kerapian, pewarnaan, dan pesan moral, secara fisik kita nilai dan video pun di sertakan sebagai bukti bahwa memang betul-betul karya ini, hasil dari peserta lomba,” jelasnya.

Sementara Surwandi Juri lomba Dhamma Vija (Cerdas Cermat) menjelaskan tahun ini lomba cerdas cermat menggunakan tes berbasis computer atau Computer Based Tes (CBT). Dengan CBT itu nanti akan disampaikan ke para peserta diseluruh daerah dari 34 provinsi, mereka akan dibagikan akunya untuk bisa mengerjakan soal-soal secara konekting.

“Juri selanjutnya melakukan penilaian bentuk pilihan ganda melalui sistem dan menilai jawaban yang dikirim oleh peserta,” pungkas Surwandi.


Sumber
:
Humas Buddha
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait