Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Ubah Sampah Jadi Manfaat, Bimas Buddha Gelar Edukasi Pembuatan Cairan Eco Enzyme

Kamis, 07 Mei 2026
Kategori : Berita

Tangerang (Bimas Buddha) — Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Vesakha Sananda 2570 Buddhist Era, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama menyelenggarakan Edukasi Pembuatan Cairan Eco Enzyme. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid dengan pusat kegiatan di Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Sriwijaya, Kamis (7/5/2026). Hadir sebagai narasumber, Juny Leong, relawan Yayasan Buddha Tzu Chi.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta masyarakat umum yang mengikuti secara langsung maupun daring dari berbagai daerah.

Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa gerakan eco enzyme merupakan implementasi nyata dari program ekoteologi Kementerian Agama.

“Kita akan memulai sebuah gerakan besar, bentuk kepedulian kita terhadap alam semesta. Program ini sebagai jawaban implementasi atas program Kementerian Agama yakni ekoteologi,” ujarnya.

Menurutnya, ajaran Buddha mengingatkan adanya kesalingketergantungan antara manusia dan alam semesta, sehingga umat Buddha perlu bergerak menjaga keseimbangan tersebut.

Supriyadi menambahkan, cairan eco enzyme bukan hanya bermanfaat sebagai pembersih dan antiseptik, tetapi juga membantu menjaga kualitas udara.

“Jadikanlah gerakan ini menjadi sebuah bagian dari kepedulian kita untuk menyadari bahwa kita sudah banyak melakukan kesalahan dan kekeliuran dalam mengelola dan memanfaatkan apa yang kita konsumsi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua STABN Sriwijaya, Edi Ramawijaya Putra, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan amanat Menteri Agama terkait pelaksanaan ekoteologi. Ia mencontohkan kasus pencemaran Sungai Cisadane pada Oktober 2024 yang berdampak pada ekosistem dan masyarakat sekitar.

“Eco enzyme ini adalah sebuah cairan sederhana, tetapi manfaatnya luar biasa. Ini adalah praktik nyata yang mana hal kecil yang murni dari sampah sisa, bisa berubah menjadi sampah bermanfaat yang mampu membunuh partikel jahat yang ada di sungai dan menumbuhkan ekosistem biota menjadi semakin bagus,” jelasnya.

Selain memberikan edukasi mengenai manfaat dan pengolahan sampah organik, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempraktikkan langsung proses pembuatan cairan eco enzyme menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan edukasi ini diharapkan menjadi langkah nyata umat Buddha dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan serta memperkuat praktik ekoteologi sebagai bagian dari penghayatan nilai-nilai Dharma dalam kehidupan sehari-hari.

Kontributor : Dwiyana Mettasari


Sumber
:
Tim Humas
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait