Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Tradisi Pindapata untuk Pabbajja Samanera Sementara

Rabu, 20 Desember 2023
Kategori : Berita

Jakarta (Bimas Buddha) ---------- Hari ke tiga peserta Pabbajja Samanera Sementara melakukan pindapatta di Marga Utama Candi Borobudur pada Rabu (20/12/2023).

Ketua Panitia Pabbajja Samanera Sementara Fatmawati mengatakan hari ini para samanera melaksanakan upacara pindapatta di Marga Utama Candi Borobudur.

"Setelah kemarin acara pentasbisan, jadi semua samanera menggunakan jubah kuning dan hari ini telah pantas membawa bowl (patta) untuk pertama kalinya menerima persembahan dana dari setiap umat," jelasnya.

Pabbajja Samanera merupakan pelatihan pembentukan karakter di internal umat Buddha yang berguna untuk memajukan moral dan spiritual sekaligus ikut mempromosikan, menjaga, serta melestarikan Candi Borobudur sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) ke mancanegara.

Lebih lanjut Fatmawati mengatakan hari ini akan ada dana catupaccaya itu adalah empat macam kebutuhan pokok untuk para samanera.

Ia menyebutkan dari empat kebutuhan pokok catupaccaya, yaitu makanan, obat-obatan, tempat tinggal, dan segala kebutuhan termasuk jubah," katanya.

Fatmawati menjelaskan yang memberi ini semua umat dari seluruh Indonesia bahkan ada yang datang dari luar negeri, termasuk orang tua yang anaknya mengikuti pelatihan ini pun datang, mereka juga datang dari manca negara seperti Thailand, Taiwan, Tiongkok, Singapura,  Kamboja, Laos, dan Malaysia.

Sementara Ketua Umum Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia (MBMI) Agus Jaya menjelaskan, prosesi Pindapatta merupakan kegiatan memberikan persembahan berupa makanan untuk kebutuhan para Bhikkhu Sangha.

“Kegiatan ini sangat penting sekali karena para Bhikkhu itu tidak pegang uang, dan jauh dari duniawi. Jadi, mereka tidak bisa belanja sendiri sehingga umat-lah mendermakan kepada Biksu untuk kebutuhan pokok sehari-harinya,” ujarnya di area Concourse Borobudur.

Pindapatta merupakan tradisi umat Buddha yang telah dilakukan sejak kehidupan Sang Buddha hingga saat ini.

"Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada umat Buddha untuk membantu dan menyokong kehidupan para Bhikkhu Sangha dan Samanera," kata Agus.


Sumber
:
Humas Buddha
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait