Surabaya (Bimas Buddha) — Kemampuan akademik penting untuk membuka peluang pendidikan yang lebih luas. Namun, ada hal lain yang tidak kalah penting dalam perjalanan belajar seorang murid kejujuran dan tanggung jawab atas kemampuan dirinya sendiri. Nilai itulah yang menjadi salah satu pesan dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Uttama Dhammasekha Metta School, Surabaya, Jawa Timur, pada 26–29 Oktober 2026.
TKA merupakan asesmen berstandar nasional yang dirancang untuk mengukur capaian akademik murid pada mata pelajaran tertentu sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Pelaksanaannya menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong pembelajaran berkualitas sekaligus menyediakan gambaran yang lebih terukur mengenai kemampuan akademik murid. Sebanyak 15 murid mengikuti asesmen tersebut dengan tertib dan lancar.
Berlandaskan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 9 Tahun 2025, TKA memiliki karakteristik yang berbeda dari ujian wajib. Keikutsertaan murid bersifat sukarela. Artinya, setiap murid memiliki kebebasan untuk mengikuti asesmen berdasarkan kesiapan dan kebutuhannya, tanpa adanya paksaan.
Bagi murid jenjang pendidikan menengah, hasil TKA juga dapat menjadi salah satu bekal dalam merencanakan pendidikan selanjutnya. Nilainya dapat dimanfaatkan sebagai bahan validasi nilai rapor dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), serta menjadi bahan pertimbangan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri di perguruan tinggi negeri (PTN) maupun jalur penerimaan di perguruan tinggi swasta (PTS), sesuai dengan kebijakan masing-masing perguruan tinggi.
Kepala Uttama Dhammasekha, Ko Susi Surianti, mengingatkan para murid agar tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga menjaga nilai-nilai kejujuran selama mengikuti asesmen.
"Pengetahuan memberikan kita kemampuan untuk menjawab soal, tetapi integritas menunjukkan siapa diri kita. Dalam pelaksanaan TKA, junjung tinggi kejujuran, percaya pada kemampuan diri, dan kerjakan setiap soal dengan penuh tanggung jawab," pesan Ko Susi Surianti.
Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari angka atau capaian akademik. Proses memperoleh hasil yang baik juga harus mencerminkan karakter dan sikap bertanggung jawab.
Pelaksanaan TKA di Uttama Dhammasekha menjadi bagian dari upaya satuan pendidikan dalam memberikan ruang bagi murid untuk mengenali capaian belajarnya sekaligus mempersiapkan langkah menuju jenjang pendidikan berikutnya. Pada akhirnya, asesmen bukan hanya tentang seberapa banyak soal yang dapat dijawab dengan benar. Lebih dari itu, kesempatan ini menjadi ruang bagi murid untuk belajar percaya pada kemampuan diri, berani menghadapi tantangan, dan menjadikan kejujuran sebagai prinsip dalam setiap proses pembelajaran.