Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Sutiono Guru Ujung Timur Indonesia

Sabtu, 25 November 2023
Kategori : Berita

Papua  (Humas Buddha) -------- Menyemarakkan Hari Guru Nasional (HGN) tanggal 25 November 2023 sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan perjuangan Guru di Indonesia.

Adalah Sutiono, S.Ag seorang guru PNS yang mengabdi pada Sekolah Dasar Negeri di SD Inpres Tanah Merah Kecamatan Mandobo Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua Selatan. Kabupaten Boven Digoel merupakan derah pemekaran yang berdiri pada tahun 2004. Dulunya merupakan bagian dari Kabupaten Induk Merauke, Kabupaten terluas di Indonesia. Letak geografis Kabupaten Boven Digoel adalah daerah perbatasan langsung dengan Negara tetangga Papua New Guinea.

Seperti biasa setiap hari Senin sampai hari Sabtu, Sutiono, S.Ag melakukan tugas kedinasan melayani dan mengabdi kepada siswa dengan mengajar Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti. Karena sekolah menerapkan Kurikulum Merdeka, Sutiono, S.Ag juga memiliki Tugas tambahan mengajar bahasa Inggris, bimbingan TIK dan mengabdikan diri sebagai bendahara sekolah (Bendahara BOS) sejak 3 tahun lalu dan mendapat kepercayaan penuh sekali lagi untuk melanjutkan tugas dan pengabdian sebagai bendahara sekolah 2 tahun kedepan. Berkat dedikasi yang tinggi terhadap dunia pendidikan di akar rumput, Sutiono, S.Ag rela mengabdi dan berjauhan dengan keluarga tercinta. Istri dan kedua anak di Kota  Merauke sedangkan Sutiono, S.Ag menjadi pendidik di pedalaman Papua.  

“Saya mengajar, melayani dan memberikan ilmu keagamaan pada siswa yang beragama Buddha dari kelas 3 (Tiga) Pada Sekolah Dasar Inpres Tanah yang berjumlah keseluruhan 2 (dua) siswa, SMP N 1 Tanah merah 1 siswa dan SD Alam Anugerah Terindah 2 siswa, SD Xaverius 2 Siswa tetapi diajarkan pendidikan agama Buddha di rumah karena ada satu dan lain hal” ungkapnya melalui sambungan telepon, Rabu (24/11/2023).

Lebih lanjut Sutiono, S.Ag menceritakan pengabdiannya pada Sekolah Dasar Inpres Tanah Merah dari sampai dengan mendatangi siswa ke rumah, memberikan bimbingan dirumah dan memang wilayah ini merupakan daerah 3T. Jarak dari pusat kota pemerintahan Provinsi Papua Selatan atau Kabupaten Induk Merauke dulunya ke Tanah Merah Kabupaten Boven Digoel berjarak 423 KM.

“Sudah kurang lebih 4 tahun saya mengabdi di dunia pendidikan dan diangkat menjadi PNS dan sebelumnya selama 10 Tahun Saya mengabdi dan status saya masih honor dan bekerja juga di perusahaan swasta. Saya merasa senang dan akan terus mengabdi untuk anak-anak penerus bangsa dari akar rumput” khususnya di pedalaman papua jelasnya.

Pada hari Sabtu sore dan Minggu, Bapak dari dua anak tersebut menyempatkan mengajar untuk membina umat Buddha di daerah kota tanah merah melalui Vihara Tusita yang memiliki jumlah umat 7 KK. Baik Menjadi Pemimpin Kebaktian, Memberikan Dhammadesana dan melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan pelayanan di vihara, baik itu pekerjaan administrasi vihara, sekolah minggu, majelis dan yayasan. Selain membina umat juga melaksanakan kegiatan pemerintahan melalui wadah Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUM) Kabupaten Boven Digoel.

Sementara Kepala Sekolah SD Inpres Tanah Merah, Magdalena Lusa Kambian, S.Ag. mendukung penuh tugas pokok mengajar di sekolah, menyediakan tempat belajar belajar yang kondusif. Kepala sekolah mengatakan saat ini sudah ada guru pendidikan agama Buddha satu-satunya di tanah merah Kabupaten Boven Digoel dan ditugaskan di SD Inpres pada khususnya sehingga kebutuhan akan materi keagamaan Buddha sudah dapat dirasakan oleh siswa. 

“Pak Sutiono, S.Ag salah satu Guru Pendidikan Agama Buddha pada SD Inpres Tanah Merah dan dengan adanya Guru Pendidikan Agama Buddha, akan menjadi semangat dan motivasi siswa dalam belajar agama Buddha. Harapan pribadi saya, semoga ada dukungan baik moril dan materiil dalam menunjang tugas pokok saya di daerah pedalaman. Saya mengharapkan ada kemudahan akses buku-buku agama danbuku-buku umum dan fasilitas pendidikan lainnya.

Sutiono, S.Ag secara pribadi dari Ujung Timur Indonesia mengucapakan Selamat Hari Guru Nasional dan HUT PGRI Ke-78, Semoga guru-guru yang hebat mengabdi dengan hati, mengabdi dengan ketulusan tanpa memandang ras, suku, bahasa, agama, golongan dan warna kulit. Intinya Pendidikan adalah mengobarkan api bukan mengisi bejana.


Sumber
:
Humas Buddha
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait