Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Sesditjen Ingatkan Pentingnya Berkomunikasi dan Berkoordinasi dalam Kinerja Anggaran

Kamis, 19 Oktober 2023
Kategori : Berita

Jakarta (Bimas Buddha) ----------- Menutup kegiatan Penyusunan RKA-K/L Pagu Alokasi Anggaran 2024, Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Bimas Buddha Triroso ingatkan pentingnya lakukan koordinasi di antara pembimas serta jajarannya demi wujudkan sinergi.

“Semua tentu tidak sesuai ekspektasi yang bapak ibu harapkan bahwa ternyata anggaran kita masih terbatas sehingga itulah yang kita dapatkan,” ucap Triroso di Jakarta, Kamis (19/10/2023).

“Tetapi, kita juga harus bersyukur bahwa semuanya bisa berjalan dan bisa untuk menunjang kita dalam melaksanakan tugas kita sehari-hari. Karena berapapun besarnya, kalau tidak dapat menunjang/dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kinerja kita, maka itu juga akan kurang produktif,” lanjut Sesditjen.

Sesditjen juga menyampaikan beberapa hal terkait penyusunan anggaran 2024, yakni:

1. Data dukung harus diselesaikan sesuai batas waktu yang telah ditetapkan, untuk mehindari adanya blokir anggaran.

2. Cermati dan segera siapkan pagu alokasi anggaran sebagai bahan persiapan dalam memasuki momen tahun politik yang dapat  mempengaruhi  anggaran.

3. Tidak diperkenankan untuk mengangkat tenaga honorer kembali. Jika terdapat tenaga honorer yang sudah menjadi tenaga PPPK maka disyukuri dan dapat dipastikan terdapat kelonggaran anggaran operasional pada satker.

4. Jika terdapat hal-hal yang akan direvisi, baik revisi POK atau yang melibatkan DJPb/ DJA, maka harus segera disampaikan.

5. Segera lakukan penyusunan Rencana Penarikan Dana (RPD) secara matang.

6. Dalam penyusunan dokumen RKA, agar disesuaikan dengan Standard Biaya Masukan (SBM) masing-masing.

Selain itu, Triroso juga ingatkan pentingnya kemampuan berkomunikasi dan koordinasi dalam hal keuangan serta pelaporannya sehingga lancar sekaligus tepat waktu.

“Tidak ada yang susah, yang penting setiap hari kita berkoordinasi,” jelasnya.

Kepada peserta Sesditjen berharap bahwa pada triwulan pertama, evaluasi atas program prioritas nasional dan program dengan taging-taging prioritas lainnya yang sudah ditetapkan, harus dilaksanakan dengan baik.

Menutup arahannya, Sesditjen mengingatkan kembali pentingnya pendokumentasian pelaksanaan program-program prioritas terkait perkawinan massal, pembinaan keluarga, pengentasan kemiskinan dan juga stunting, rumah ibadah sehat, rumah ibadah ramah, serta difabel atas inisiatif lembaga agar bisa dilaporkan sebagai wujud kontribusi umat Buddha.


Sumber
:
Humas Buddha
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait