Jakarta (Bimas Buddha) — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha menggelar pertemuan bersama perwakilan Sangha, Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI), serta Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Pertemuan tersebut merupakan Rapat Koordinasi Kegiatan Keagamaan Tahun 2026 dengan agenda utama pembahasan tema besar perayaan Tri Suci Waisak 2026.
Melalui forum tersebut, Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi, menegaskan pentingnya merumuskan satu tema besar yang dapat menaungi berbagai subtema dari masing-masing lembaga dan komunitas Buddhis. Menurutnya, momentum ini menjadi langkah awal untuk mempertemukan seluruh komponen umat Buddha dalam mempersiapkan perayaan Waisak secara terstruktur, terpadu, dan satu arah.
“Selama ini masing-masing lembaga telah mempersiapkan perayaan dengan baik. Kita belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Harapannya, seluruh upaya tersebut dapat terkoordinasi dalam satu arah dan tujuan yang sama,” ujar Supriyadi.
Supriyadi menambahkan, sinergi antarlembaga diharapkan mampu memperkuat kebersamaan umat Buddha di berbagai daerah. Dengan demikian, perayaan hari besar keagamaan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menghadirkan gerak bersama yang solid dan saling mendukung.
Dirjen juga menekankan bahwa kesamaan pandangan dalam memaknai Waisak diharapkan dapat menghadirkan suasana kebatinan yang harmonis, baik di tingkat nasional maupun internasional. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa perayaan Waisak perlu dikaitkan dengan nilai-nilai ajaran Buddha yang relevan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Waisak tidak seharusnya dimaknai sebatas seremoni pada detik-detik puncak perayaan. Lebih dari itu, momentum tersebut perlu diaktualisasikan melalui kontribusi nyata umat Buddha bagi kemajuan bangsa.
“Waisak harus mampu menghadirkan peran konstitusional yang konkret dari umat Buddha serta memberi dampak yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Inilah makna Waisak yang perlu terus kita gaungkan,” tandasnya.
Turut mendampingi Dirjen dalam pertemuan tersebut Direktur Urusan Agama dan Pendidikan Buddha, Nyoman Suriadarma, serta Kepala Subdirektorat Kelembagaan.
Kontributor: Hendri Yoga Permana dan Wahyudi