Palangka Raya (Bimas Buddha) — Umat Buddha di Kalimantan Tengah kini memiliki pusat pendidikan dan pelatihan keagamaan yang dapat menjadi wadah pembinaan karakter, peningkatan pemahaman Dhamma, serta pengembangan sumber daya manusia Buddhis. Sikkhapana Mahametta resmi difungsikan sebagai Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Buddhis, yang menjadi yang pertama dan satu-satunya di Provinsi Kalimantan Tengah.
Pusdiklat yang berdiri di atas lahan seluas 936 meter persegi ini telah memperoleh izin operasional dan Nomor Statistik Pusdiklat Buddhis dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama pada 22 Juli 2026. Kehadirannya diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan dan pelatihan keagamaan Buddha yang berkelanjutan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi, mengatakan bahwa keberadaan Pusdiklat Buddhis merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem pendidikan keagamaan Buddha sekaligus mendukung peningkatan kualitas umat Buddha agar mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Dirinya juga berharap Pusdiklat Sikkhapana Mahametta dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai tempat belajar, berlatih, dan mengembangkan nilai-nilai Buddhis. Keberlangsungan pusat pendidikan tersebut, lanjutnya, memerlukan komitmen seluruh pengelola dan pengguna dalam memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai pusat pendidikan, pelatihan, dan pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi umat.
Sementara itu, Sanghanayaka (Ketua Umum) Sangha Theravada Indonesia (STI), YM. Bhikkhu Sri Subhapanno Mahathera, menjelaskan bahwa Sikkhapana mengandung makna proses pembentukan karakter melalui latihan-latihan kebajikan. Oleh karena itu, menurutnya, keberadaan gedung ini akan bermakna apabila diisi dengan berbagai kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat.
“Baik anak-anak, remaja, dan orang tua nantinya bisa menggunakan tempat ini untuk pengembangan batin, pembentukan karakter-karakter diri sehingga menjadi seorang buddhis sejati, berkarakter, tahu tentang Kataññukatavedi (balas budi), bakti, menghargai, perbedaan dan keberagaman,” ungkapnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah, M. Yusi Abdhian, mengatakan bahwa berdirinya Pusdiklat Buddhis merupakan wujud komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pembinaan kehidupan beragama.
"Keberadaan Pusdiklat ini bukan sekadar pencapaian pembangunan fisik, tetapi menjadi simbol komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pemahaman keagamaan, khususnya bagi umat Buddha," ujarnya.
Kehadiran Pusdiklat Buddhis Sikkhapana Mahametta diharapkan memperluas akses pendidikan keagamaan Buddha di Kalimantan Tengah sekaligus menjadi pusat lahirnya generasi Buddhis yang berkarakter, memiliki kepedulian sosial, serta mampu berkontribusi dalam menjaga kerukunan dan pembangunan daerah.
Kontributor: Dwiyana Mettasari