Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Perkuat Mutu Pendidikan Agama Buddha, Ditjen Bimas Buddha Jalin Sinergi dengan PERGABI

Sabtu, 11 Juli 2026
Kategori : Berita

Jakarta (Bimas Buddha) — Sinergi antara pemerintah dan organisasi profesi menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Buddha di Indonesia. Semangat tersebut mengemuka dalam Musyawarah Nasional (Munas) II Perkumpulan Guru Agama Buddha Indonesia (PERGABI) yang diikuti guru Pendidikan Agama Buddha dari seluruh Indonesia  secara hybrid di Jakarta, Sabtu (11/7/2026).

Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi, menegaskan bahwa kemajuan pendidikan agama Buddha membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan organisasi profesi. Ia juga menyampaikan bahwa ketika pemerintah dan organisasi profesi seperti PERGABI berjalan beriringan, maka akan mampu menghadirkan transformasi pendidikan agama yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, Musyawarah Nasional bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat peran PERGABI dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan agama dan keagamaan Buddha yang terus berkembang.

"Jadikanlah Musyawarah Nasional ini sebagai momentum yang penting dan strategis untuk menuntaskan berbagai persoalan, baik persoalan organisasi maupun persoalan yang berkaitan dengan pendidikan agama dan keagamaan Buddha," Harapnya.

Dirjen juga mengingatkan bahwa guru agama Buddha memiliki peran yang sangat strategis dalam memastikan setiap peserta didik memperoleh hak atas pendidikan agama yang bermutu.

"Guru agama Buddha harus hadir sebagai solusi, karena keberadaan guru agama Buddha sangat erat kaitannya dengan keberadaan peserta didik yang beragama Buddha." tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum PERGABI, Sukiman, menyampaikan apresiasi atas dukungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha selama satu periode kepengurusan. Berbagai kolaborasi dan sinergi program yang terjalin telah melahirkan inovasi, mulai dari pengembangan Learning Management System (LMS) Pendidikan Agama Buddha, Learning Management System LMS Pendidikan Keagamaan Buddha, penyusunan kurikulum Dhammasekha, hingga penyediaan buku pendidikan agama Buddha sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan kreativitas guru.

"Saya berharap dukungan ini ke depannya akan semakin kuat, sinergi akan semakin erat, sehingga kesempatan bagi guru-guru pendidikan agama Buddha untuk terus berkreasi, meningkatkan kompetensi, dan membawa kemajuan bagi pendidikan agama Buddha di Indonesia semakin terbuka luas." jelas  Sukiman.

Melalui Munas II ini, PERGABI diharapkan semakin memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus melahirkan gagasan dan program yang menjawab kebutuhan guru serta peserta didik. Kolaborasi yang erat antara pemerintah dan organisasi profesi diharapkan terus menjadi penggerak lahirnya pendidikan agama Buddha yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan mampu membentuk generasi Buddhis yang berkarakter, moderat, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa.


Sumber
:
Humas Bimas Buddha
Penulis
:
Vikka Setiawati AP
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait