Jakarta (Bimas Buddha) — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha berkomitmen untuk meningkatkan kualitas data yang andal, akurat, dan konsisten di seluruh satuan kerja pusat, daerah, serta Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha (PTKB). Sebagai upaya penguatan tersebut, Tim Pengelola Data Ditjen Bimas Buddha menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemutakhiran Data Satker Tahun 2026 Triwulan II secara hybrid, Senin (22/6/2026).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, yakni Andryanto selaku Penanggung Jawab Tim Data Pendidikan dan M. Rosyid Fauzi selaku Penanggung Jawab Tim Data Agama. Pembukaan Bimtek diikuti oleh pengelola data dan kontributor data dari satuan kerja pusat, daerah, PTKB, serta perwakilan pengelola data pada Unit Eselon I di lingkungan Kementerian Agama.
Dalam sambutannya, Sekretaris Ditjen Bimas Buddha, Triroso menegaskan bahwa data merupakan pondasi utama dalam perencanaan, penyusunan kebijakan, dan pengambilan keputusan. Data yang akurat, menurutnya, akan menghasilkan informasi yang tepat guna mendukung tata kelola organisasi yang efektif dan akuntabel.

“Apabila tidak ada data yang akurat atau data kita belum sempurna, maka kita juga tidak bisa melakukan perencanaan yang seakurat mungkin. Untuk itu saya mohon kepada seluruh kontributor data di seluruh Indonesia di berbagai wilayah untuk benar benar serius dan tentu menyampaikan kepada pimpinannya terkait dengan pentingnya data ini,” ujarnya.
Triroso juga mengapresiasi Tim Pengelola Data Ditjen Bimas Buddha yang secara rutin melakukan pemutakhiran data setiap triwulan. Namun demikian, ia mengingatkan masih perlunya peningkatan akurasi dan kelengkapan data melalui komitmen seluruh kontributor data di berbagai wilayah.
Pada sesi materi, Andryanto memaparkan pentingnya penyelenggaraan statistik sektoral yang selaras dengan prinsip Satu Data Indonesia sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019. Ia menjelaskan bahwa proses pengelolaan data mencakup tahapan perencanaan, pengumpulan, pemeriksaan, hingga penyebarluasan data yang sejalan dengan kerangka kerja Generic Statistical Business Process Model (GSBPM).
Menurutnya, pengumpulan data statistik sektoral dapat dilakukan melalui survei, kompilasi produk administrasi, maupun metode lain yang memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia menekankan pentingnya penentuan indikator yang jelas, kesesuaian konsep dan definisi, penyusunan metadata, serta integrasi data dari berbagai sumber untuk menghasilkan data yang berkualitas.
Sementara itu, M. Rosyid Fauzi menyampaikan materi mengenai analisis data sebagai tahapan penting setelah proses pengumpulan dan pengolahan data. Ia menjelaskan berbagai jenis data, skala pengukuran, hingga metode analisis yang dapat digunakan untuk menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi organisasi.
Rosyid menekankan bahwa sebagian besar kebutuhan pengelolaan data di lingkungan kementerian memanfaatkan analisis deskriptif untuk menggambarkan kondisi aktual berdasarkan data yang tersedia.Selain itu, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan turut membuka peluang pemanfaatan analisis dan prediksi data secara lebih cepat dan akurat.
Melalui kegiatan ini, Ditjen Bimas Buddha berharap seluruh pengelola dan kontributor data dapat semakin memahami pentingnya tata kelola data yang baik, meningkatkan kualitas pemutakhiran data secara berkala, serta memperkuat integrasi data sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program yang lebih tepat sasaran.
Dengan data yang akurat, valid, dan terbarukan, berbagai kebutuhan perencanaan, pelaporan, serta pengambilan keputusan di lingkungan Ditjen Bimas Buddha dapat dilakukan secara lebih efektif dan akuntabel.
Kontributor: Dwiyana Metta