Bengkalis (Bimas Buddha) ----- Pemerintah terus berupaya memberikan pelayanan dan pembinaan kepada umat Buddha hingga ke wilayah terpencil, termasuk daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui peran aktif para Penyuluh Agama Buddha yang secara langsung hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pembinaan keagamaan.
Peran Penyuluh Agama Buddha menjadi garda terdepan dalam melakukan pembinaan langsung kepada umat. Melalui berbagai kegiatan pembinaan, bimbingan, serta pendampingan keagamaan, penyuluh hadir di tengah masyarakat untuk memperkuat pemahaman ajaran Buddha, menumbuhkan nilai-nilai moral dan spiritual, serta membangun kehidupan beragama yang harmonis.
Kehadiran penyuluh tidak hanya sebagai penyampai ajaran Dharma, tetapi juga sebagai penggerak dan motivator bagi umat agar tetap teguh dalam keyakinan, meningkatkan kualitas kehidupan beragama, serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
Adalah Asti Ristiani, Penyuluh Agama Buddha pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis, yang berkala melakukan pembinaan kepada umat Buddha di wilayah Pulau Rupat dan Rupat Utara. Wilayah tersebut termasuk dalam kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang memerlukan perhatian khusus dari pemerintah.

Dirinya menceritakan bahwa untuk sampai di wilayah Pulau Rupat dan Rupat Utara membutuhkan waktu kurang lebih 5 sampai 6 jam perjalanan dengan dua kali naik kapal. Meski harus menghadapi perjalanan panjang dan medan yang tidak mudah, semangat pengabdian untuk membina umat.
“Kami melakukan pembinaan umat bersama Penyelenggara Buddha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis ke wilayah Pulau Rupat dan Rupat Utara yang memang masuk dalam kategori wilayak 3 T, ini kami memberikan bimbingan dan pembinaan keagamaan, penguatan nilai-nilai Dharma, serta motivasi spiritual kepada umat Buddha,” jelasnya pada Minggu (29/3/2026).
Kehadiran penyuluh agama di wilayah 3T menjadi sangat penting, tidak hanya sebagai pembimbing spiritual, tetapi juga sebagai penguat kebersamaan umat dalam menjaga nilai-nilai kebajikan, toleransi, dan kerukunan.
Melalui semangat pengabdian dan dedikasi yang tinggi, diharapkan pelayanan dan pembinaan kepada umat Buddha dapat terus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk yang berada di daerah terpencil, sehingga nilai-nilai Dharma dapat terus tumbuh dan berkembang di tengah kehidupan umat.