Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Pemerintah Dukung Pemanfaatan Candi Muaro Jambi untuk Peningkatan Spiritual Umat Buddha

Selasa, 28 Mei 2024
Kategori : Berita

Jambi (Bimas Buddha) -------- Dirjen Bimas Buddha mengatakan bahwa pemerintah memberikan perhatian kepada situs-situs warisan budaya yang dalam pemanfaatannya dapat dipergunakan untuk kepentingan ibadah.

Hal tersebut diungkapkan Dirjen Bimas Buddha Supriyadi saat hadiri Waisak Bersama Umat Buddha Jambi 2568 BE/2024 di Candi Kedaton, Kompleks Candi Muaro Jambi, Jambi, pada Minggu (26/5/2024).

Ia menuturkan, sebagaimana yang pemerintah kerjakan untuk pemanfaatan Candi Borobudur untuk kegiatan kunjungan wisata religi, di bawah kepemimpinan Gubernur Jambi Al Haris diharapkan nantinya Candi Muaro Jambi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan agama, dalam kaitannya dengan peribadatan atau peningkatan kualitas spiritual umat Buddha.

Dirjen berharap agar ruang yang telah diberikan oleh pemerintah disambut dengan baik dan disiapkan dengan sebaik-baiknya oleh umat Buddha melalui berbagai lembaga yang ada. Ia menyebut bahwa meskipun sudah ada lembaga-lembaga keagamaan atau majelis agama Buddha, tetapi dengan kearifan lokal mampu mewujudkan perkumpulan umat Buddha Jambi.

Dirjen juga mengingatkan bahwa kearifan lokal perlu terus dijaga sebagai perekat agar umat Buddha dapat memaknai keberagaman, untuk menumbuhkan satu sikap kesadaran membangun sinergitas. Melalui hal tersebut, lanjut Dirjen, kegiatan-kegiatan keagamaan akan dapat dilakukan bersama tanpa adanya sekat.

“Kami dari Ditjen Bimas Buddha memberikan apresiasi kepada umat Buddha Jambi yang telah mampu mewujudkan kebersamaan sehingga dapat terselenggara kegiatan-kegiatan keagamaan, sebagaimana hari ini kita berada di Candi Muaro Jambi memperingati Tri Suci Waisak,” tutur Dirjen.

Selain itu, Supriyadi juga berharap agar umat Buddha mempraktikkan Panca Widya atau lima pengetahuan bidang ilmu yang dipelajari di Candi Muaro Jambi sebagai pusat pendidikan pada masanya kala itu. Ia menyebut bahwa pengetahuan akan memberikan manfaat jika dipraktikkan dalam kehidupan.

Gubernur Jambi Al Haris yang turut hadir pada acara tersebut, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihaknya merasa bangga setiap tahun umat Buddha merayakan Waisak di Candi Muaro Jambi.

Disampaikannya, Candi Muaro Jambi adalah peninggalan sejarah daripada pendidikan agama Buddha sekitar abad ke-6 atau 7. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Dirjen Kebudayaan dalam rangka menindaklanjuti permohonan umat Buddha agar Komplek Candi Muaro Jambi menjadi pusat keagamaan Buddha Jambi.

Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat bahwasanya pada tahun ini diberikan dana sebesar 650 miliar untuk pemugaran Candi Muaro Jambi. Ia juga menyebut bahwa dalam dua tahun ini pemerintah pusat telah memberikan dana hampir satu triliun.

“Artinya adalah, pemerintah pusat serius untuk menjadikan kembali pusat percandian Muaro Jambi ini sebagai pusat sejarah budaya, sejarah-sejarah Buddha, pendidikan Buddha,” ungkap Gubernur Al Haris.

Gubernur mengungkapkan bahwa pihaknya menyambut baik setiap aktivitas keagamaan Buddha di masa mendatang yang akan dilaksanakan di Candi Muaro Jambi.

“Jadi artinya adalah, ke depan kita sudah sepakat bahwa silakan candi ini gunakanlah untuk semua aktivitas keagamaan Buddha,” jelas Gubernur.


Sumber
:
Tim Humas
Penulis
:
A Wardiyanto
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait