Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Menteri Agama Lantik Rektor, Kepemimpinan dan Arah Baru IABN Sriwijaya

Selasa, 15 September 2026
Kategori : Berita

Jakarta (Bimas Buddha) — Institut Agama Buddha Negeri (IABN) Sriwijaya memasuki era baru. Menteri Agama Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. melantik Dr. Li. Edi Ramawijaya Putra, M.Pd. sebagai Rektor IABN Sriwijaya bersama empat pejabat lainnya, yang terdiri atas Direktur Jenderal Pesantren dan tiga rektor perguruan tinggi keagamaan, di Kantor Kementerian Agama RI pada Selasa (15/9/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama juga melantik Dr. H. Basnang Said, S.Ag., M.Ag. sebagai Direktur Jenderal Pesantren, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA. sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag. sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo, dan Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag. sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Kendari.

Pelantikan berlangsung khidmat, momentum ini bukan semata pengukuhan seorang pemimpin baru. Ada tanggung jawab yang lebih besar yaitu memastikan perubahan dan perkembangan institusi berjalan searah dengan kebutuhan pendidikan tinggi dan memberi manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat. IABN Sriwijaya memiliki ruang untuk memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi keagamaan Buddha. Penguatan mutu akademik, pengembangan sumber daya manusia, tata kelola, hingga keberanian membuka bidang keilmuan yang relevan menjadi pekerjaan yang tidak bisa dilepaskan dari kepemimpinan baru.

Menteri Agama melihat peluang tersebut terbuka lebar. Menurutnya, perguruan tinggi keagamaan Buddha memiliki potensi untuk mengembangkan program studi yang belum banyak tersedia. Langkah ini penting agar pendidikan tinggi keagamaan tidak hanya berjalan mengikuti pola yang sudah ada, tetapi mampu membaca kebutuhan baru dan menyiapkan lulusan untuk menghadapi perubahan.

“Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha itu sangat potensial untuk bisa membuka program-program studi yang langka, karena kami percaya rekan-rekan kita yang beragama buddha di Indonesia itu bersedia dan sanggup untuk mengupgrade program tinggi Anda menjadi sebuah program tinggi yang penuh dengan harapan,” ujar Nasaruddin Umar.

Pernyataan tersebut membuka perspektif yang lebih luas tentang masa depan perguruan tinggi keagamaan Buddha. Kampus tidak hanya dituntut mempertahankan program yang telah berjalan, tetapi juga perlu berani mencari ruang keilmuan baru yang dibutuhkan masyarakat. Bagi IABN Sriwijaya, peluang itu datang bersamaan dengan fase penting dalam perjalanan institusi. Setelah bertransformasi dari Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Sriwijaya menjadi Institut, tantangan berikutnya adalah memastikan perubahan status tersebut menghasilkan peningkatan kualitas yang benar-benar terasa.

Di sinilah kepemimpinan rektor menjadi penting. Pengembangan program studi harus berjalan bersama peningkatan kualitas dosen, penguatan ekosistem akademik, tata kelola yang semakin baik, serta kemampuan perguruan tinggi membangun jejaring dan menjawab persoalan masyarakat. Pelantikan Edi Ramawijaya Putra menjadi momentum untuk melanjutkan langkah tersebut. IABN Sriwijaya diharapkan tidak hanya tumbuh secara kelembagaan, tetapi juga semakin kuat sebagai pusat pendidikan dan pengembangan keilmuan keagamaan Buddha yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Dengan kepemimpinan baru, IABN Sriwijaya memiliki kesempatan untuk memperkuat fondasi yang telah dibangun sekaligus membuka arah baru menjadi institusi pendidikan keagamaan Buddha yang semakin bermutu, relevan, dan berdampak.

Hadir dalam acara pelantikan Sekretaris Jenderal, Staf Khusus Menteri Agama, Pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kementerian Agama dan tamu undangan lainnya.

 

Foto : Biro Humas dan Komunikasi Publik dan Komunikasi Publik

 


Sumber
:
Humas Bimas Buddha
Penulis
:
Vikka Setiawati AP
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait