Temanggung (Bimas Buddha) ----- Menyambut peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 B.E. Vihara Bodhi Dharma Loka Temanggung menyelenggarakan Pravaraja Sramanera sementara selama 10 hari.
Pravaraja Sramanera (Pabajja Samanera) merupakan latihan kehidupan suci dalam agama Buddha melalui penahbisan sebagai Sramanera (bhikkhu pemula). Latihan ini bertujuan membina moralitas, disiplin diri, kesederhanaan hidup, meditasi, dan pengembangan kebijaksanaan sesuai ajaran Sakyamuni Buddha
Kepala Vihara Vihara Bodhi Dharma Loka Temanggung Suhu Pushan menyampaikan bahwa pelaksanaan hari di mulai dari tanggal 22 - 31 Mei 2026, diawali dengan pemotongan rambut oleh orang tua atau wali.

“Pelaksanaan Pabajja Samanera di vihara ini untuk pertama kalinya dan diikuti oleh 11 peserta. Dan setiap peserta harus mengikuti aturan atau sila yang sudah ditetapkan, seperti pembacaan kitab suci, meditasi, sila, moralitas, kedisiplinan dan latihan lainnya,” terang Suhu pada Minggu (24/5/2026).
Suhu juga menjelaskan bahwa selama mengikuti pelaksanaan Pabbajja, peserta tidak hanya belajar mengenai sila dan ajaran Buddha di dalam ruangan, tetapi juga belajar mengenal alam sekitar serta terlibat langsung dengan lingkungan. Melalui kegiatan tersebut, peserta dilatih untuk hidup sederhana, menghargai alam, menumbuhkan kepedulian terhadap makhluk hidup, serta mengembangkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kesadaran diri dalam kehidupan sehari-hari.
“Peserta Pabbajja dikenalkan dengan lingkungan sekitar, termasuk alam dan kegiatan bercocok tanam seperti menanam padi, sayuran, dan berbagai tanaman lainnya. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajarkan untuk menghargai hasil alam, kerja sama, gotong royong dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” sebutnya.
Dengan mengikuti Pabbajja peserta diharapkan mampu mempraktikkan sila dan ajaran agama dengan baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun kehidupan sehari-hari, seperti menerapkan kepedulian terhadap sesama, hidup sederhana, serta menumbuhkan kecintaan terhadap alam dan lingkungan.