Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Mematangkan Peringatan Waisak 2570 B.E., Ditjen Bimas Buddha Gelar Rakor Lintas K/L

Selasa, 14 April 2026
Kategori : Berita

Jakarta (Bimas Buddha) — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha menggelar rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan perayaan Waisak 2570 B.E. Tahun 2026 dengan melibatkan kementerian, lembaga, serta para pemangku kepentingan terkait.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi, menyampaikan bahwa secara substansi Kementerian Agama, khususnya Ditjen Bimas Buddha, telah memberikan rekomendasi terkait perizinan di Kementerian Kebudayaan. Namun, masih diperlukan komunikasi lanjutan, terutama terkait perizinan di kepolisian serta koordinasi dengan berbagai pihak pengelola candi.

“Ada beberapa hal yang wajib kita akselerasi, kita perbaharui mengingat perkembangan dinamika yang terus ada di dalam ruang lingkup kegiatan yang ada di Candi Borobudur,” sebut Dirjen pada Selasa (14/4/2026).

Supriyadi berharap informasi yang disampaikan oleh pihak pengelola bersifat terukur, sehingga setiap kegiatan dapat dilihat, disuarakan, dan dihadiri oleh berbagai pihak, khususnya umat serta mereka yang memiliki keterikatan dengan Candi Borobudur.

Dirjen juga meminta agar para pihak yang melaksanakan dan menggunakan Candi Borobudur sebagai ruang publik dapat tertata dengan baik. Ia berharap adanya peran dari InJourney, Taman Wisata Candi (TWC) dan Taman Wisata Borobudur (TWB) untuk menyuarakan kegiatan ke dunia luar karena jaringannya cukup luas.

Direktur Komersial PT TWC InJourney, Gistang Richard Panutur, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan  langkah strategis guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan Waisak di kawasan Candi Borobudur. Perbaikan difokuskan pada optimalisasi alur masuk dan keluar pengunjung, peningkatan sarana dan prasarana, serta kejelasan sistem navigasi di kawasan.

“Kami dari pihak TWC dan TWB pada intinya ingin menjadikan pengalaman Waisak menjadi salah satu pengalamannya dan pastinya tidak terlupakan. Berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, kami melakukan sejumlah perbaikan yang berfokus pada pengaturan flow pengunjung, penyediaan fasilitas, serta kejelasan arah dan akses menuju maupun keluar dari kawasan Borobudur,” ujar Gistang.

Perwakilan WALUBI, Gouw Tjeng Sun, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian Waisak 2570 B.E., yang dimulai sejak awal Mei hingga puncak perayaan pada 31 Mei 2026, telah dipersiapkan secara matang dan terkoordinasi. Seluruh kegiatan, baik ritual keagamaan maupun agenda pendukung, disusun secara terpadu sehingga berjalan selaras tanpa benturan.

“Saya rasa persiapan demi persiapan semuanya sudah kami persiapkan. Mudah mudahan semuanya dapat berjalan sebagaimana yang kita harapkan,” ujarnya.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Kebudayaan, PT Taman Wisata Candi, Taman Wisata Borobudur, organisasi keagamaan Buddha, serta pemangku kepentingan lainnya. Melalui koordinasi lintas sektor ini, diharapkan penyelenggaraan Waisak 2570 B.E. dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan memberikan pengalaman spiritual yang khidmat bagi seluruh umat Buddha.

Kontributor: Metta


Sumber
:
Tim Humas
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait