Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809
Puslitbang LKKMO Gelar Persiapan Omnibus Riset dan Survei Zona Integritas

Buka Bintek Srikandi, Nyoman Petingnya Arsiparis dalam Sebuah Organisasi

Senin, 08 Agustus 2022
Kategori : Berita

Jakarta (Humas Buddha) ---------------- Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha menyampaikan Arsiparis itu begitu petingnya dalam sebuah organisasi dari organisasi pemerintah ataupun organisasi swasta.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Dirjen Bimas Buddha Nyoman Suriadarma saat buka Bimbingan Teknis Penerapan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi, Senin (08/08).

“Tenaga arsiparis juga dapat mengekplorasi diri mengikuti perkembangan tentang kerasipan, karena kedepan mungkin akan dengan sistem peperless tidak lagi menggunakan kertas,” ungkapnya.

Nyoman menambahkan sampai nanti ini semua membutuhkan penataan, perlu ditata diklasifikasi sesuai dengan kaidah kaidah kearsipan yang memang di rancang oleh lembaga Arsiparis Nasional.

“Lewat Sistem Srikandi, kita berharap semua arsip dapat terdokumentasikan secara elektronik dengan baik,” ujarnya.

Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Supriyadi menyampaikan, kegiatan ini merupakan proses reformasi birokrasi salah satu tagihannya adalah untuk memasuki ke birokrasi yang smart.

Menurut Supriyadi tuntutannya adalah, ASN yang smart dan hari ini sudah dimulai dengan penataan birokrasi dengan konsep peyederhanaan birokrasi dan juga penerapan pengaturan atas penggunaan berbagai aplikasi yang semuanya itu akan dikendalikan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.  

Supriyadi menambahkan bahwa kegiatan hari ini tidak hanya terkait tentang arsip tetapi tata kelola persuratan mulai dari  hulu sampai hilir.

“ Ini penting kita pahami bersama sehingga frame kita tidak hanya bicara frame dokumen,  tetapi sesungguhnya adalah aktivitas yang melekat yang nantinya, akan bermuara pada dokumen, kita bisa memilah mana sesungguhnya yang menjadi bagian dari tata naskah dinas dan mana yang menjadi layanan, karena akan berbeda perlakuannya,” imbuhnya.

Di Bimas Buddha lanjut Supriyadi ada tata persuratan dinas juga ada layanan yang menggunakan basis data seperti permohonan ijin operasional.  

Sambutan baik disampaikan Koordinator Arsiparis Pusat Kementerian Agama Ahmad Maulana Secara virtual.

“Saya menyambut baik kegiatan Bintek Srikandi yang dilaksanakan oleh Ditjen Bimas Buddha dan mudah mudahan nanti seluruh persiapan-persiapan yang harus disiapkan oleh steakholder maupun admin yang ada di Bimas Buddha dapat di siapkan,” jelasnya.

Oleh karena itu Biro Umum selalu berkomitmen agar program yang dijalankan oleh pemerintah dapat diikuti oleh Kementerian Agama.

Ahmad Maulana menambahkan sebenarnya persiapan ini nanti akan mengubah pola-pola persuratan dan kearsipan yang selama ini berbasis paper, kedepan penggunaan aplikasi Srikandi tidak lagi berbasis paper tetapi berbasis elektronik, yang juga program dari Kementerian Agama salah satunya adalah Tranformasi Digital.

Pelaksanaan Bimbingan Teknis Penerapan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi diikuti oleh 53 peserta dari pegawai Ditjen Bimas Buddha dan perwakilan unit Eselon 1 dilingkungan Kementerian Agama, dilaksanakan secara daring maupun luring, dengan menghadirkan narasumber dari Arsiparis Nasional Republik Indonesia (ANRI).  


Sumber
:
Humas Buddha
Penulis
:
Tim Humas
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait