Jakarta (Bimas Buddha) ----- Yayasan Dana Pendidikan Buddhis Nalanda meresmikan Gedung Balaputradewa di Kampus Nalanda, Jakarta Timur, Minggu (2/8/2026). Penandatanganan prasasti yang dilakukan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi, dan Y.M. Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera pada peresmian gedung baru ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan Buddhis sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan umat melalui penyediaan sarana pendidikan yang semakin representatif.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pemerintah akan senantiasa mendampingi Institut Nalanda dalam tumbuh kembangnya. Melalui kesempatan tersebut, Dirjen juga menegaskan komitmennya bersama umat Buddha kepada pengembangan ekosistem pendidikan keagamaan Buddha.
.jpeg)
“Kita semua sudah punya komitmen kuat untuk membangun ekosistem pendidikan keagamaan Buddha. Regulasi sudah kita siapkan dengan penetapan peraturan Menteri Agama Nomor 27 Tahun 2025 tentang Pendidikan Keagamaan Buddha,” tuturnya.
Lebih lanjut, Dirjen mengatakan bahwa penguatan ekosistem tersebut tidak hanya difokuskan pada perguruan tinggi saja, namun di berbagai jenjang yang dimulai dari pendidikan usia dini. Oleh karenanya, pemerintah menjalin kerja sama dengan Institut Nalanda yang telah memiliki program studi pendidikan anak usia dini sebagai bagian dari upaya penjaminan mutu sesuai ketentuan oleh standar nasional pendidikan.
Ia berharap, diresmikannya gedung Balaputradewa dapat menjadikan spirit untuk tumbuh dan berkembang.
“Jangan hanya kita bangga menyandang, menempatkan nama Balaputra Dewa itu sendiri tapi bebannya sangat berat. Karena itu konsolidasi, koordinasi, solidaritas di dalam lingkup antrayayasan dengan jajaran sivitas akademika yang ada di Institut Nalanda ini harus terus terjalin dan terjaga dengan baik. Semoga kita semua yang hadir pada hari ini menjadi saksi sejarah jadi pertumbuhan dan perkembangan Institut Nalanda,” tambahnya.
Pemilihan nama Balaputradewa bukanlah tanpa alasan. Juga bukan karena belum adanya penggunaan nama tersebut dalam lembaga pendidikan Buddhis maupun non Buddhis. Ada hal yang sepatutnya diketahui oleh masyarakat. Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera, dalam pesan Dhammanya, mengungkapkan bahwa Balaputradewa adalah raja di Kerajaan Sriwijaya dari Wangsa Syailendra. Ia adalah raja yang membangun vihara di kompleks universitas Nalanda di India. Melaui kesempatan tersebut pula, Bhikkhu Sri Pannavaro mengutarakan harapannya yakni agar Isntitut Nalanda serta Institut Sriwijaya mendidik serta menghasilkan guru-guru yang baik untuk bangsa dan untuk tanah air.
.jpeg)
Secara mendalam, Bhante Panna juga mengulas tentang tiga sumber pengetahuan, yakni Suta-maya Panna, kebijaksanaan yang diperoleh dengan mendegar (saat ini juga dengan membaca), lalu Cinta-maya Panna, kebijaksanaan yang timbul melalui intelektualitas, serta Bhavana-maya Panna, yaitu kebijaksanaan melalui meditasi.
Rektor Institut Nalanda, Sutrisno menyampaikan terima kasih kepada Bhikkhu Sri Pannavaro atas pemilihan nama yang menurut pandangannya itu sangat elok, mendalam, serta mengandung makna historis. Ia juga mengungkapkan akan peluang lahirnya ekosistem pendidikan yang utuh dari diresmikannya Gedung Balaputradewa.

“Dan yang menarik, yang saya pahami dari adanya gedung Balaputradewa ini akan lahir yang namanya ekosistem pendidikan yang utuh. Dari pendidikan tinggi, kemudian ada pendidikan dasar dan menengah, bahkan pendidikan dini. Sehingga ekosistem pendidikannya nanti lengkap,” sambungnya. Ia juga menyampaikan syukur dan terima kasih pada segenap donatur atas terwujudnya gagasan tersebut.
Sutrisno menuturkan bahwa perkembangan Institut Nalanda saat ini, tidak pernah terbanyangkan pada saat dirinya bergabung 16 tahun silam. Awalnya berbentuk sekolah tinggi dengan satu program studi saja. Namun, kini menyandang nama institut dengan jumlah student body mencapai 800.
Ia memandang bahwa dibukanya program studi PAUD sebagai upaya Institut Nalanda dalam menyiapkan akar supaya nanti fondasi dalam hal ekosistem pendidikan menjadi semakin kuat. Pihaknya mengatakan bahwa berkat dukungan serta kolaborasi semua pihak, harapannya Nalanda terus tumbuh, berkembang, dan melangkah maju.
Mengusung tema “Nalanda Excellence in The Golden Era”, peresmian Gedung Balaputradewa menandai semangat baru Yayasan Dana Pendidikan Buddhis Nalanda dalam memasuki perjalanan pengabdian menuju 50 tahun berkarya di bidang pendidikan.
Dari perspektif keumatan, pembangunan infrastruktur pendidikan merupakan investasi pada kualitas umat. Semakin baik ruang belajar dan pembinaan yang tersedia, semakin besar peluang lahirnya generasi Buddhis berpemahaman benar pada Dhamma, karakter kuat, kepedulian terhadap sesama, serta kesiapan berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Dengan demikian, dampak pembangunan gedung ini tidak hanya dirasakan oleh sivitas akademika Nalanda, tetapi juga akan mengalir kepada masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan pendidikan dan pembinaan keagamaan.
Foto: Wardiyanto