Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Dari Jambi untuk Dunia: Candi Muaro Jambi sebagai Living Monument

Selasa, 31 Maret 2026
Kategori : Berita

Jambi (Bimas Buddha) ----- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Drs. Supriyadi, M.Pd hadiri kegiatan “Ngopi Kerukunan Intern Umat Buddha bertajuk “Dari Muaro Jambi Untuk Kito” bertempat di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi pada Selasa, 31 Maret 2026 pada Selasa (31/03/2026).

Dirjen menegaskan bahwa pengembangan Muaro Jambi tidak cukup hanya berfokus pada pelestarian fisik semata. “Muaro Jambi harus menjadi living monument, bukan hanya dijaga, tetapi dihidupkan melalui praktik keagamaan, pendidikan, dan aktivitas budaya yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, Dr. H. Mahbub Daryanto, M.Pd.I menyebut bahwa kerukunan umat Buddha di Jambi menjadi fondasi penting dalam mendorong pengembangan kawasan ini. Ia menekankan bahwa sinergi antarumat dan pemerintah daerah harus terus diperkuat agar Muaro Jambi dapat dikenal lebih luas di tingkat nasional maupun internasional.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah V Dr. Agus Widiatmoko, S.S., M.M, dan menyampaikan bahwa upaya pelindungan kawasan harus berjalan beriringan dengan pemanfaatan.

“Pelestarian tidak berarti membatasi, tetapi mengelola secara bijak agar nilai sejarah tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, perwakilan Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia  (KCBI) Eric Fernardo, S.I.P., M.Si. mengatakan dukungan dan komitmennya untuk mendorong Candi Muaro Jambi sebagai living monument. Komitmen ini diwujudkan melalui dukungan terhadap berbagai program keagamaan, serta kesiapan untuk bersinergi dengan pemerintah dan berbagai pihak dalam mengoptimalkan potensi Muaro Jambi sebagai pusat peradaban Buddhis yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Melalui forum ini, seluruh pemangku kepentingan sepakat bahwa Muaro Jambi bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan juga peluang besar untuk masa depan. Dengan kolaborasi lintas sektor dan semangat kebersamaan, Candi Muaro Jambi diharapkan dapat berkembang menjadi pusat peradaban Buddhis dunia, destinasi wisata unggulan, serta simbol kerukunan umat beragama di Indonesia yang harmonis dan berkelanjutan.


Sumber
:
Humas WALUBI
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait