Jakarta (Bimas Buddha) --- Dalam memperkuat sinergi, membangun kesamaan pemahaman, serta meningkatkan kolaborasi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pembinaan kepada umat Buddha yang inklusif, harmonis, dan berkelanjutan, Ditjen Bimas Buddha selenggarakan Rapat Koordinasi dengan Organisasi Keagamaan Buddha (OKB).
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi menyampaikan bahwa semangat persatuan yang telah dibangun sejak Kongres Umat Buddha Indonesia I pada 1979 harus terus dijaga dan diperkuat sebagai fondasi pengembangan kehidupan keagamaan Buddha di Indonesia. Menurutnya, perjalanan panjang pembinaan umat Buddha hingga terbentuknya Ditjen Bimas Buddha merupakan hasil perjuangan bersama yang harus terus dilanjutkan melalui kolaborasi antara pemerintah dan organisasi keagamaan.
Dalam paparannya Dirjen menjelaskan terkait perkembangan kelembagaan umat Buddha yang menunjukkan tren positif. Hingga triwulan II tahun 2026 tercatat sebanyak 2.331 organisasi keagamaan Buddha serta 3.523 rumah ibadah yang telah terdata dalam sistem informasi Ditjen Bimas Buddha. Potensi tersebut dinilai menjadi modal besar untuk memperkuat pelayanan, pembinaan, dan pemberdayaan umat Buddha di Indonesia.

"Kalau organisasi dan rumah ibadah kita gerakkan secara bersama-sama, maka tentu kita akan lebih bisa memberikan penguatan kepada umat Buddha Indonesia," tegas Dirjen pada Selasa (30/6/26).
Supriyadi juga menyebut bahwa perkembangan kelembagaan dan berbagai program strategis tengah dikembangkan Ditjen Bimas Buddha, di antaranya penguatan Lembaga Dana Paramita sebagai instrumen pemberdayaan umat, peningkatan layanan keagamaan, pengembangan media informasi keumatan melalui program One Day One Content, hingga penguatan pendidikan keagamaan Buddha mulai dari jenjang pendidikan usia dini sampai perguruan tinggi. Menurutnya, transformasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia Buddha yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dalam kesempatannya Dirjen mengajak kepada seluruh organisasi keagamaan Buddha untuk semakin aktif memanfaatkan media digital sebagai sarana edukasi dan penguatan keyakinan umat, khususnya generasi muda. Lebih dari separuh umat Buddha Indonesia merupakan generasi muda yang membutuhkan pendekatan komunikasi yang relevan, kreatif, dan mudah diakses melalui berbagai platform digital.
Menurut Supriyadi dari berbagai capaian yang telah diraih merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, organisasi keagamaan, tokoh agama, serta seluruh elemen umat Buddha. Ia berharap rapat koordinasi ini semakin memperkuat kesamaan visi dan semangat kolaborasi dalam membangun kehidupan keagamaan Buddha yang maju dan berdaya.
"Kita semua semakin memiliki satu visi yang sama, memiliki spirit yang sama, memiliki motivasi yang sama untuk semakin memajukan umat Buddha Indonesia," pungkasnya.
Melalui rapat koordinasi ini, Ditjen Bimas Buddha bersama organisasi keagamaan Buddha berkomitmen untuk terus memperkuat kemitraan, meningkatkan kualitas layanan keagamaan, memperluas pemberdayaan umat, serta menghadirkan pembinaan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat demi terwujudnya kehidupan umat Buddha Indonesia yang semakin harmonis, inklusif, dan berkelanjutan.
Kontributor: Meta Setiya Wahyuni
Foto: Wardiyanto, Septian