Jakarta (Bimas Buddha) --- Pengabdian kepada bangsa dan negara tidak hanya diwujudkan melalui pekerjaan sehari-hari, tetapi juga melalui partisipasi dalam upaya bela negara dan kemauan untuk terus mengembangkan diri. Semangat ini tercermin dari sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha yang mengikuti berbagai pelatihan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi, mulai dari Pendidikan dan Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) ASN hingga pemantapan nilai-nilai kebangsaan.
Sebanyak 21 ASN Ditjen Bimas Buddha mengikuti Latsarmil Komcad Gelombang II Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Cadangan Nasional, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Dari 29 pegawai yang mendaftarkan diri, sebanyak 21 orang dinyatakan lolos setelah melalui berbagai tahapan seleksi administrasi, kesehatan, psikologi, dan kesamaptaan jasmani. Pelatihan ini berlangsung pada 24 Agustus hingga 8 Oktober 2026.
Selama lebih dari satu bulan, peserta laki-laki menjalani pelatihan di Batalyon Komando 461 Kopasgat (Cakra Bhaskara) Jakarta, sedangkan peserta perempuan mengikuti pelatihan di Skadron Pendidikan 304, Landasan Udara, Halim Perdanakusuma, Jakarta. Mereka bergabung dengan peserta dari sekitar 50 kementerian dan lembaga yang memiliki latar belakang jabatan dan tugas yang beragam, tetapi dipertemukan dalam satu program pembentukan karakter ASN yang memiliki disiplin, integritaas, dan semangat bela negara.
Keikutsertaan dalam Latsarmil Komcad menjadi kesempatan bagi para ASN untuk memperoleh pengalaman dan pembelajaran di luar lingkungan kerja sehari-hari. Kedisiplinan, ketangguhan, kepatuhan terhadap aturan, serta kerja sama merupakan nilai-nilai yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan maupun pekerjaan. Bekal tersebut diharapkan dapat memperkuat tanggung jawab dan komitmen para pegawai dalam menjalankan perannya sebagai abdi negara sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Komitmen untuk meningkatkan kompetensi dan memperkuat wawasan kebangsaan juga ditunjukkan oleh Siti Wigati, Analis Kebijakan Ahli Madya pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha. Ia mengikuti Training of Trainer (ToT) Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (P2NK) bagi Dosen, Guru, dan Widyaiswara Provinsi DKI Jakarta Angkatan 40 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI).
Pelatihan tersebut berlangsung pada tanggal 26 Agustus hingga 3 September 2026 di Lemhannas RI dan diikuti oleh 100 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta berasal dari latar belakang profesi, sehingga kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pendalaman nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga wadah pertukaran pengalaman, penguatan kapasitas, dan perluasan jejaring lintas profesi. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas profesional serta memperluas ruang kontribusi dalam penguatan kesadaran kebangsaan masyarakat.
Kontribusi Siti Wigati berlanjut melalui keterlibatannya dalam kepengurusan organisasi alumni. Pada 15 Oktober 2026, ia dilantik sebagai anggota Bidang Komunikasi dan Kehumasan Ikatan Alumni DPA P2NK ToT Angkatan XL melalui Surat Keputusan Nomor: SKEP/29/X/2026/IKAL-Lemhanas RI masa bakti 2026-2031. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum Alumni DPA P2NK TOT Angkatan XL Tahun 2026, Dr. Yurisman Star, S.E., S.H., M.Si., bersama Sekretaris Jenderal, Dr. Arifin Fajar Putera, S.E., M.Tr.A.P. yang berlangsung di Gedung Dwi Warna Purwa Lemhannas RI.
Keterlibatannya dalam organisasi alumni, mencerminkan kesinambungan antara proses pembelajaran, pengembangan kapasitas, dan pengabdian melalui organisasi. Pengalaman yang diperoleh selama pelatihan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kompetensi individu, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kontribusi nyata melalui komunikasi, kolaborasi, dan berbagai kegiatan yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Sekretaris Ditjen Bimas Buddha, Triroso menegaskan bahwa pengembangan kompetensi pegawai menjadi bagian penting dalam mendukung kebijakan pemerintah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama.
“Keikutsertaan pegawai dalam berbagai program pengembangan diri merupakan bentuk komitmen Ditjen Bimas Buddha dalam mendukung program pemerintah dan penerapan manajemen talenta ASN. Kami berharap kompetensi yang diperoleh dapat dikembangkan untuk meningkatkan profesionalisme pegawai dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Triroso pada (20/10/26).
Keikutsertaan ASN Ditjen Bimas Buddha dalam Latsarmil Komcad maupun Pelatihan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan menunjukkan bahwa kesempatan untuk berkembang dapat datang dari berbagai bidang, termasuk di luar tugas dan fungsi utama. Kemauan untuk belajar, mencoba hal baru, dan memperluas wawasan menjadi bekal penting bagi ASN untuk terus meningkatkan kapasitas diri.
Melalui kompetensi yang semakin beragam, ASN Ditjen Bimas Buddha diharapkan tidak hanya mampu menjalankan pekerjaan dengan baik, tetapi juga membawa perspektif dan kemampuan baru yang bermanfaat bagi organisasi, memperkuat pengabdian kepada bangsa dan negara, serta mendukung pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.