Jakarta (Bimas Buddha) ------- Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, membina satuan pendidikan formal keagamaan melalui pendidikan Dhammasekha. Program ini hadir sebagai alternatif pendidikan yang mengintegrasikan pengajaran umum dengan pendalaman ajaran Buddha, sekaligus memiliki legalitas yang setara dengan jenjang pendidikan umum.
Dhammasekha terselenggarakan atas dasar Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 39 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Buddha. Untuk mendukung PMA tersebu, diterbitkan Keputusan Dirjen Bimas Buddha Nomor 204 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Izin Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Keagamaan Buddha Nava Dhammasekha setara dengan pendidikan usia dini; Keputusan Dirjen Bimas Buddha Nomor 10 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Izin Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Keagamaan Buddha Mula Dhammasekha setara dengan Sekolah Dasar (SD); Keputusan Dirjen Bimas Buddha Nomor 171 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Izin Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Keagamaan Buddha Muda Dhammasekha setara dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP); serta Keputusan Dirjen Bimas Buddha Nomor 172 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Izin Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Keagamaan Buddha Uttama Dhammasekha setara dengan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menyediakan akses pendidikan keagamaan yang terstruktur dan terakreditasi. Hingga tahun 2025, berdasarkan data Ditjen Bimas Buddha, terdapat 54 Dhammasekha yang tesebar di Indonesia yang terbagi dalam empat jenjang, yakni:
Dhammasekha menyelaraskan kompetensi akademik dan pendidikan karakter melalui kurikulum yang memberi porsi pendalaman Dhamma lebih intensif tanpa mengabaikan standar nasional, didukung tenaga pendidik terlatih yang mengintegrasikan materi umum dan nilai-nilai Buddhis untuk menghasilkan lulusan yang cerdas, bermoral, dan beretika.
Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Buddha berharap Dhammasekha dapat memperkuat pembinaan generasi Buddhis Indonesia yang cerdas, bertumbuh, dan bersusila. Pengembangan fasilitas, peningkatan kualitas tenaga pendidik, dan sosialisasi yang lebih luas menjadi fokus untuk menjangkau lebih banyak daerah. Tantangan ke depan meliputi pemerataan akses dan pemantauan mutu agar standar pendidikan nasional tetap terpenuhi.
Semoga dengan adanya Dhammasekha dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan dasar dan pendidikan menengah serta untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas untuk menyongsong Indonesia Emas.
Kontributor: Vivi