Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

DWP Bimas Buddha Mengajar: Menanamkan Cinta Bumi Sejak Dini melalui Ekoteologi dan Gerakan 3R

Jumat, 15 Mei 2026
Kategori : Berita

BOGOR (Bimas Buddha) ----- Dalam rangkaian Semarak Vesakha Sananda 2570 Buddhist Era, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana Bimas Buddha Kementerian Agama RI menggelar kegiatan “DWP Mengajar” bertema ekoteologi di Nava Dhammasekha Dhamma Sobhanacitta Simpak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara DWP Unsur Pelaksana Ditjen Bimas Buddha dan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha dalam menanamkan kesadaran lingkungan kepada generasi muda Buddhis sejak dini. Para pengurus DWP membaur langsung bersama siswa-siswi Nava Dhammasekha untuk memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui perspektif ekoteologi dan penerapan gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Melalui program “DWP Mengajar”, siswa diajak memahami bahwa merawat bumi merupakan bagian dari praktik nilai spiritual dan kehidupan beragama sehari-hari. Edukasi yang diberikan difokuskan pada langkah sederhana namun berdampak besar dalam menjaga lingkungan melalui gerakan 3R sebagai bagian dari pembentukan karakter peduli lingkungan.

Pada gerakan Reduce (mengurangi), siswa diajak membiasakan diri mengurangi sampah sejak dini, seperti membawa botol minum sendiri dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan sekolah. Pada gerakan Reuse (menggunakan kembali), siswa diberikan inspirasi untuk memanfaatkan kembali barang-barang layak pakai menjadi benda yang berguna untuk kebutuhan belajar maupun kerajinan. Sementara itu, melalui gerakan Recycle (mendaur ulang), siswa dikenalkan pada pemanfaatan sampah plastik, kertas, dan logam agar dapat diolah kembali menjadi barang yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Ketua DWP Unsur Pelaksana Bimas Buddha, Ariyati Kartini, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran siswa-siswi Dhammasekha bahwa lingkungan yang bersih mencerminkan hati yang penuh kesadaran dan kepedulian

“Kehadiran kami di Nava Dhammasekha melalui program DWP Mengajar adalah untuk menumbuhkan kesadaran siswa-siswi bahwa lingkungan yang bersih mencerminkan hati yang penuh kesadaran. Kami ingin anak-anak sejak dini terbiasa hidup bijak, bertanggung jawab, dan mencintai bumi. Semoga pengetahuan tentang memilah sampah yang diperoleh di sekolah juga dapat diterapkan di rumah bersama orangtua,” ujar Ariyati Kartini.

Kepala Satuan Pendidikan Nava Dhammasekha Dhamma Sobhanacitta, Keti, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pembinaan yang diberikan selama kegiatan berlangsung.

“Kami berharap pemerintah, dalam hal ini Ditjen Bimas Buddha, dapat terus bersinergi bersama kami agar satuan pendidikan ini terus berkembang, memperoleh pengetahuan, dan mampu memberikan yang terbaik bagi peserta didik,” ungkap Keti.

Semangat para kader DWP Unsur Pelaksana Bimas Buddha bersama tenaga pendidik Nava Dhammasekha turut menggelorakan gerakan ekoteologi di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini sebagai bagian dari Semarak Vesakha Sananda 2570 BE.

Program pengelolaan sampah berbasis ekoteologi ini juga menyasar lingkungan Rumah Ibadah Agama Buddha (RIAB), serta Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha (PTKB) lainnya sebagai upaya mewujudkan lingkungan keagamaan Buddha yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku siswa dan masyarakat agar semakin peduli terhadap dampak sampah bagi lingkungan dan makhluk hidup lainnya.

Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Melalui semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan, DWP Bimas Buddha berkomitmen untuk terus mendampingi generasi muda Buddhis dalam mewujudkan masa depan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Kontributor : Vikka Setiawati Anatha Pindika


Sumber
:
Tim Humas
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait