Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Peresmian Wisma Astinda dan Pengukuhan Stupa Savika Wujud Nyata Pengabdian dan Pengembangan Buddha Dharma

Minggu, 07 Desember 2025
Kategori : Berita

Tangerang (Bimas Buddha) ----- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha menghadiri peresmian Wisma Astinda sekaligus pengukuhan Stupa Buddha Savika di Kota Tangerang, Sabtu (6/12/2025).  Acara ini dihadiri sekitar 400 umat Buddha serta 9 Bhikkhu Sangha, di antaranya Bhante Jotidhammo Mahathera dan Sangha Nayaka STI Bhante Sri Subhapanno Mahathera.

Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi, menyampaikan apresiasi atas terwujudnya pembangunan Wisma Astinda dan Stupa Buddha Savika sebagai wujud pengabdian dan perjuangan dalam pengembangan Buddha Dharma di Indonesia.

Dirinya menekankan bahwa keberadaan bangunan fisik bukan sekadar simbol, melainkan sarana untuk memperkuat keyakinan umat. “Mari kita tumbuhkan kesadaran dan keyakinan manakala kita memasuki rumah Dharma maupun saat menghadap pratima-pratima objek pemujaan. Semoga dengan keberadaan Wisma Astinda dan stupa Buddha Savika mengingatkan kita atas sawaka sebagai siswa Buddha yang terus belajar Dharma untuk memperbaiki dirinya,” ujar Supriyadi. 

Ketua Atthasilani Theravada Indonesia (ASTINDA), Atthasilani Gunanandini, menyampaikan rasa syukur atas dukungan Sangha dan umat Buddha sehingga Wisma Astinda dapat terwujud. Gedung ini, beserta Stupa Buddha Savika, merupakan hasil kebajikan kolektif umat Buddha di Indonesia. 

“Tanpa adanya kebajikan dan dukungan umat Buddha dalam mendukung atthasilasi dan para perempuan yang berlatih, tidak mungkin Wisma Astinda berdiri di Kota Tangerang ini. Ini merupakan suatu hadiah istimewa yang diberikan kepada para atthasilani oleh seluruh umat buddha termasuk mitra Keluarga Buddhis Theravada Indonesia, Magabudhi, Wandani, dan Patria,” ungkapnya.

Stupa Buddha Savika dibangun pertama kali oleh para atthasilani di lingkungan Wisma Astinda, dengan dukungan donasi dari Ir. Jahikusuma. Stupa ini rencananya akan ditempatkan Saririka Datu, yang diterima dari Sangha Theravada Indonesia melalui Sanghapamokkha pada 23 Oktober, bertepatan dengan HUT ke-49 STI. 

Wisma Astinda berdiri di atas tanah seluas 152 meter persegi dengan sertifikat atas nama Yayasan Sangha Theravada Indonesia. Gedung ini diperuntukkan sebagai tempat tinggal para atthasilani sekaligus sekretariat Atthasilani Theravada Indonesia.

Kehadiran Wisma Astinda dan Stupa Buddha Savika diharapkan menjadi sarana penguatan spiritual bagi umat Buddha untuk terus belajar, berlatih, dan berbuat kebajikan demi kesejahteraan diri, masyarakat, bangsa, dan negara.

Kontributor: Metta


Sumber
:
Tim Humas
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait