Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Sambut Waisak 2026, Ditjen Bimas Buddha Terbitkan Surat Edaran

Kamis, 30 April 2026
Kategori : Berita

Jakarta (Bimas Buddha) ---- Dalam rangka menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 B.E. yang jatuh pada 31 Mei 2026 dengan tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama menerbitkan Surat Edaran Dirjen Bimas Buddha Nomor 106 Tahun 2026 tentang Vesakha Sananda 2570 Buddhist Era.

Surat edaran ini diterbitkan sebagai pedoman pelaksanaan rangkaian kegiatan internalisasi Dharma yang merupakan bagian dari implementasi Asta Program Prioritas Menteri Agama. Melalui Vesakha Sananda 2570 B.E., Ditjen Bimas Buddha mendorong penguatan penghayatan dan pengamalan nilai-nilai Buddhadharma dalam kehidupan umat, sekaligus meningkatkan partisipasi aktif dalam membangun kerukunan, kepedulian sosial, dan keharmonisan.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi, menjelaskan bahwa kegiatan Vesakha Sananda 2570 B.E. menjadi momentum penting untuk memperkuat penghayatan nilai-nilai Dharma dalam kehidupan umat. “Melalui rangkaian kegiatan ini, kami berharap umat Buddha tidak hanya merayakan Waisak secara seremonial, tetapi juga mampu menginternalisasikan nilai-nilai Dharma dalam kehidupan sehari-hari serta berkontribusi dalam menjaga perdamaian dan kerukunan,” ujarnya pada Kamis (30/4/2026).

Supriyadi juga menyebut bahwa surat edaran juga bertujuan mengoptimalkan pelaksanaan program prioritas Menteri Agama melalui kegiatan keagamaan Buddha, mempererat sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, tokoh agama, dan umat Buddha, serta mendorong terwujudnya umat Buddha yang berkarakter, harmonis, dan berintegritas.

 

Rangkaian kegiatan Vesakha Sananda 2570 B.E. dilaksanakan sepanjang 1 hingga 31 Mei 2026.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Sebulan Pendalaman Dhamma (SPD) yang meliputi pembacaan paritta di vihara, cetiya, dan kampus, serta gerakan upavasa melalui pelaksanaan Atthasila selama satu bulan penuh. Berbagai aktivitas spiritual tersebut bertujuan memperdalam pemahaman dan pengamalan ajaran Buddha. Selain itu, dilaksanakan pula Samajjhañña Bhojana setiap hari Senin serta Dhammasakaccha sebagai ruang dialog dan pendalaman ajaran.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, dilaksanakan kegiatan Ekoteologi dan Gerakan Bersih-bersih Rumah Ibadah yang mencakup gerakan 3R (Reduce, Recycle, Re-use) di lingkungan rumah ibadah agama Buddha, perguruan tinggi keagamaan Buddha, Dhammasekha, dan sekolah, serta kegiatan Fang Shen atau pelepasan makhluk hidup.

Kegiatan lainnya meliputi Gerakan Upavasa dan Berdana Paramita sebagai wujud praktik kebajikan dan pengendalian diri, Gerakan Eco Enzyme melalui edukasi pembuatan cairan ramah lingkungan, Pindapata Nasional Gema Waisak sebagai sarana memperkuat hubungan antara Sangha dan umat, serta penyelenggaraan Vesak Festival 2026 sebagai ruang ekspresi budaya dan spiritual umat Buddha.

Selain itu, dilaksanakan pula kegiatan sosial yang meliputi karya bakti membersihkan Taman Makam Pahlawan secara serentak, donor darah dan/atau pengobatan gratis, serta santunan bagi anak yatim/piatu beragama Buddha.

Rangkaian kegiatan lainnya mencakup Gerakan Hening Nusantara, Roadshow Lokakarya Borobudur di berbagai daerah, serta perjalanan spiritual Indonesia Walk for Peace 2026 dari Bali menuju Candi Borobudur

Puncak peringatan Waisak akan dilaksanakan melalui Puja Bhakti pada 31 Mei 2026 di vihara, cetiya, sekolah, dan/atau candi Buddha di seluruh Indonesia. Selain itu, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha juga akan menyelenggarakan Sannipata Nusantara 2026 yang direncanakan pada 14 Juni 2026.

Melalui penerbitan Surat Edaran ini, diharapkan nilai-nilai Dharma dapat semakin terinternalisasi dalam kehidupan umat serta memperkuat persatuan, kerukunan, dan kontribusi umat Buddha dalam menjaga perdamaian dunia.


Sumber
:
Tim Humas
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait