Jakarta (Bimas Buddha) ----- Dalam meningkatkan keyakinan dan kepercayaan terhadap siswa, setiap peserta didik diwajibkan untuk mempelajari ajaran sesuai dengan agama yang dianutnya. Melalui pembelajaran agama di sekolah, diharapkan siswa dapat memahami nilai-nilai moral, etika, spiritual, serta nilai-nilai luhur yang terkandung dalam ajaran agamanya masing-masing.
Dalam mempelajari ajaran agama siswa dapat belajar dengan bimbingan guru agama yang dapat menguatkan keyakinan mereka melalui penyampaian ajaran agama secara langsung. Selain itu, siswa juga dapat mempraktikkan ajarannya secara langsung di rumah ibadah yang berada di lingkungan sekolah.
Nilai-nilai luhur melalui ajaran agama itu mulai dirawat sejak usia dini melalui lingkungan pendidikan. Seperti beberapa Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung dimana terdapat rumah ibadah yang berdiri di lingkungan Sekolah Dasar Negeri.
Ketua Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Buddha (KKG-PAB) sekaligus Guru Agama Buddha di SD N 1 Gandon, Dwi Susanti menyebut terdapat 14 sekolah di Kecamatan Kaloran yang kini telah memiliki bangunan cetiya maupun ruang khusus untuk altar termasuk Cetia Kalyanamitra yang berada di lingkunagan SD N 1 Gandon.
Dwi menambahkan, keberadaan cetiya di sekolah-sekolah ini tidak hanya untuk mendorong keaktifan siswa dalam bidang agama, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang digalakkan pemerintah. Gerakan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.

“Jadi di cetiya selain untuk puja bakti juga digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada jadwal pelajaran Agama Buddha,” jelas Dwi pada Sabtu (14/03/2026).
“Tujuannya jelas, untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lekat akan suasana kebhinekaan serta menjadi wujud nyata implementasi toleransi di lingkungan pendidikan,” tambahnya.
Dengan adanya rumah ibadah di lingkungan sekolah diharapkan dapat membantu siswa yang beragama Buddha dalam mempraktikan Dhamma dan pembentukan karakter siswa Buddha melalui puja bakti dan meditasi.
Sumber: Buddhazine.com