Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id

Puja Avalokitesvara Warnai Hari Jadi Ke-21 Ditjen Bimas Buddha, Doa Bersama untuk Kepedulian Sosial

Rabu, 14 Oktober 2026
Kategori : Berita

Jakarta (Bimas Buddha) --- Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama memperingati Hari Jadi Ke-21 dengan penuh kesederhanaan melalui Puja Mantra Sadhana Avalokitesvara di Cetiya Jambalajaya, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (14/10/2026). 

Peringatan tahun ini dirayakan dengan kesederhanaan, sebagai wujud empati terhadap masyarakat Indonesia yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. 

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi, menegaskan bahwa hari jadi harus dimaknai sebagai ruang perenungan, bukan sekadar perayaan.

"Pada peringatan hari ini, tidak dilakukan dalam suasana yang gemerlap, tapi mari kita isi sebagai bagian dari perenungan atas perjuangan para pendahulu kita," ujar Supriyadi.

Dirjen menyampaikan, kondisi karhutla yang berdampak luas menjadi pengingat bagi seluruh jajaran untuk terus menumbuhkan empati dan kepedulian sosial.

"Dalam rangka memperingati Hari Jadi Ditjen Bimas Buddha, saya mengajak seluruh jajaran di pusat dan daerah untuk terus mengembangkan empatinya," ungkapnya.

Menurut Supriyadi, keberadaan Ditjen Bimas Buddha tidak terpisahkan dari umat yang dilayani. Komitmen pelayanan harus terus diperkuat agar kehadiran institusi benar-benar memberi manfaat nyata bagi umat Buddha.Ia juga mengajak jajaran untuk menjaga warisan perjuangan para pendahulu dengan menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, seperti kegiatan sosial, aksi bersih-bersih rumah ibadah, dan perhatian terhadap satuan pendidikan keagamaan Buddha.

Rangkaian Puja Mantra Sadhana Avalokitesvara dipanjatkan untuk keselamatan bangsa serta pemulihan masyarakat terdampak karhutla dan bencana lainnya agar segera berangsur pulih.

Dalam Dhammadesana, Khenpo Khentse Norbu Rinpoche menyampaikan bahwa keyakinan terhadap Triratna, hukum sebab-akibat (karma), dan reinkarnasi merupakan dasar kepercayaan dalam agama Buddha. Keyakinan tersebut perlu terus dipelajari dan ditemukan sendiri oleh umat melalui praktik Dharma yang berkelanjutan. 

Keyakinan itu menjadi landasan spiritual yang mendorong komitmen untuk menghadirkan program nyata demi keselamatan dan kesejahteraan bersama. Atas dasar itulah, tindakan nyata seperti kegiatan sosial, aksi bersih-bersih rumah ibadah, serta perhatian terhadap pendidikan keagamaan menjadi penting dan relevan sebagai wujud pengamalan Dharma.

Peringatan HUT Ke-21 turut dihadiri oleh Anggota Sangha Lama Tenzin Norgyal, Pejabat Eselon II, III, Pegawai Ditjen Bimas Buddha, Pembimas Buddha DKI Jakarta, Penyelenggara Buddha Kankemenag Kota Jakarta Timur, Ketua Umum PPABDI dan jajaran. 

Sebelumnya, menjelang puncak peringatan, ASN Ditjen Bimas Buddha bersama umat Buddha melaksanakan Gerakan Bersih-Bersih Rumah Ibadah di sejumlah vihara di wilayah Jabodetabek, meliputi Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Serang. Aksi gotong royong ini menjadi wujud nyata pelayanan yang dekat dengan umat, sekaligus komitmen Ditjen Bimas Buddha untuk terus hadir, melayani, dan membawa dampak nyata bagi masyarakat.

Kontributor: Vividha Jati A.G.

Dokumentasi: Wahyudi


Sumber
:
Humas Bimas Buddha
Penulis
:
Meta Setiya W
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait