Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Peringatan Magha Puja, Momentum Refleksi dan Penguatan Nilai-Nilai Dhamma

Selasa, 03 Maret 2026
Kategori : Berita

Jakarta (Bimas Buddha) — Umat Buddha memperingati Hari Suci Magha Puja sebagai salah satu hari besar keagamaan yang memiliki makna mendalam dalam sejarah perkembangan ajaran Buddha. Peringatan ini dilaksanakan setiap bulan purnama pada bulan Magha dalam kalender Buddhis dan menjadi momentum refleksi atas inti ajaran Buddha.

Magha Puja memperingati peristiwa agung pada masa kehidupan Buddha Gautama ketika Beliau berdiam di Veluvana Arama (Hutan Bambu), Rajagaha. Pada saat itu terjadi Empat Peristiwa Suci (Caturangasannipata), yakni berkumpulnya 1.250 bhikkhu yang seluruhnya telah mencapai tingkat kesucian arahat, ditahbiskan langsung oleh Buddha melalui ehi bhikkhu upasampada, datang tanpa pemberitahuan sebelumnya, serta berlangsung bertepatan dengan malam bulan purnama.

Dalam peristiwa tersebut, Buddha menyampaikan Ovada Patimokkha, yang merangkum esensi ajaran Buddha, yaitu tidak melakukan kejahatan, memperbanyak kebajikan, serta mensucikan hati dan pikiran. Pesan moral inilah yang menjadi landasan spiritual dalam peringatan Magha Puja hingga saat ini.

Di Indonesia, peringatan Hari Suci Magha Puja dilaksanakan di berbagai vihara melalui rangkaian kegiatan keagamaan seperti puja bakti, pembacaan paritta, meditasi bersama, serta Dhammadesana atau ceramah Dhamma.  Umat juga melaksanakan pradaksina sebagai simbol penghormatan dan penghayatan terhadap nilai-nilai kebajikan dan kebijaksanaan.

Hari Suci Magha Puja bukan hanya sekedar seremoni keagamaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen umat Buddha dalam mengamalkan Dhamma secara konsisten demi terciptanya kehidupan yang harmonis dan penuh welas asih.

Kontributor: Dwiyana Mettasari


Sumber
:
Tim Humas
Penulis
:
A Wardiyanto
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait