Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Penyuluh Agama Buddha Dampingi Pemulihan Vihara Dhamma Manggala Pascagempa

Rabu, 23 September 2026
Kategori : Berita

Maumere (Bimas Buddha) — Di tengah situasi pascagempa, pendampingan penyuluh agama tidak berhenti pada pembinaan dan penyuluhan keagamaan. Di tengah kebutuhan umat, para penyuluh juga hadir mendampingi masyarakat serta membantu mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi, sebagai wujud kepedulian dan komitmen untuk memberikan dukungan kepada umat dalam menghadapi dampak bencana.

Hal itu seperti yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Buddha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Widya Dharmma Palla, saat mengunjungi Vihara Dhamma Manggala Maumere sepekan yang lalu. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung perkembangan pembangunan dan renovasi vihara yang terdampak gempa Flores berkekuatan 7,7 SR pada 15 Agustus 2026.

Gempa menyebabkan keretakan pada sejumlah bagian bangunan vihara. Melihat kondisi tersebut, Widya tidak hanya memberikan pendampingan kepada umat, tetapi turut mendorong upaya pemulihan melalui kolaborasi bersama pengurus Yayasan Vihara Dhamma Manggala.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendukung penggalangan dana perbaikan vihara. Widya membantu mengelola media sosial vihara sebagai sarana menyampaikan kebutuhan, menginformasikan dana yang telah terkumpul, sekaligus memperbarui perkembangan pekerjaan secara terbuka. Informasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan umat dan para donatur terhadap proses pemulihan vihara.

Dukungan yang terkumpul kini mulai dimanfaatkan untuk renovasi dan pembangunan area yang direncanakan menjadi lokasi penempatan Stupa Manggala. Pekerjaan yang sedang berlangsung antara lain pengecoran tiang pagar, setelah sebelumnya dilakukan pembersihan lahan dan pengadaan material bangunan.

Bagi Widya, pendampingan kepada umat merupakan bagian dari kehadiran penyuluh di tengah masyarakat, terutama ketika umat menghadapi situasi yang membutuhkan dukungan bersama.

“Dalam situasi sepeeti ini saya bukan hanya melakukan pembinaan dan penyuluhan, tetapi juga sebagai fasilitator pemulihan vihara. Melalui penggalangan dana yang transparan dan update progres di media sosial, kami ingin memastikan setiap bantuan benar-benar menjadi kekuatan bagi umat pascagempa,” jelas Widya Dharmma Palla pada Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, vihara bukan hanya sebuah bangunan, tetapi menjadi ruang spiritual dan tempat umat menjalankan berbagai aktivitas keagamaan. Karena itu, pemulihan vihara perlu dilakukan secara bersama-sama agar dapat kembali digunakan secara optimal.

Widya juga menegaskan pentingnya menjaga kolaborasi dengan berbagai pihak agar proses pembangunan berjalan sesuai kebutuhan dan dapat dipertanggungjawabkan. Pendampingan tersebut mendapat respons positif dari pengurus Yayasan Vihara Dhamma Manggala.

Melalui pendampingannya ini merupakan langkah nyata penyuluh yang dekat dengan umat dan peka terhadap kebutuhan di lapangan, pemulihan Vihara Dhamma Manggala menjadi bagian dari semangat gotong royong masyarakat Buddha untuk bangkit bersama setelah bencana.

Kontributor : 

Narasi: Dwiyana Mettasari dan Widya Dharmma Palla


Sumber
:
Humas PPABDI
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait