Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Menag Ajak Umat Buddha Terus Jaga Nilai-nilai Agama, Toleransi, dan Kerukunan

Selasa, 14 November 2023
Kategori : Berita

Lampung (Bimas Buddha) ---------- Sekolah Tinggi Agama Buddha (STIAB) Jinarakkhita Lampung selenggarakan The 1st International Conference and Symposium on Applied Buddhism and Buddhayana Spirit Movement (Isambuddha) 2023.

Gelaran Isambudha 2023 menghadirkan Keynote Speaker Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas, Distinguished Speaker Koordinator Staf Khusus Kepresidenan Republik Indonesia Dr. A.A.G.N Ari Dwipayana, serta 11 pembicara dari luar negeri dan 9 dari dalam negeri.

Dirjen Bimas Buddha hadir membersamai Staff Khusus Menteri Agama RI Abdul Rochman, Kakanwil Kemenag Provinsi Lampung, Rektor dan Wakil Rektor UIN Lampung, Rektor dan Wakil Rektor IAIN Metro Lampung, serta Para pimpinan Majelis Buddhayana, dan Anggota Sangha.

Bertindak sebagai keynote speaker, Menag dalam sambutan secara virtual mengajak umat Buddha untuk terus menjaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama, sebagaimana seperti kisah-kisah yang terjadi pada masa kehidupan Buddha Buddha Gotama.

Menag menceritakan kisah Jenderal Siha si penganut agama Jaina dan Upali yang harus meminta untuk ketiga kalinya kepada Buddha hingga dijinkan menjadi pengikutnya dengan syarat ia tetap menghargai dan menghormati gurunya, tidak menjelek-jelekkan ajaran yang lama, dan tetap mengunjungi gurunya.

Tak hanya itu, Menag juga mengungkapkan bahwa toleransi juga telah digaungkan oleh pengikut Buddha bernama Raja Asoka yang terkenal dengan Pilar Asoka atau Dekrit Asoka pada abad ke-3 SM, dan di nusantara sendiri toleransi dapat dilihat pada masa kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7.

“Kisah-kisah ini saya kira harus menjadi inspirasi bagi kita semua, dan semakin meyakini bahwa tata negara yang bernama Indonesia ini didirikan dengan ciri kodrati majemuk, beragam, dan bhinneka baik dalam agama, suku maupun ras,” ujar Menag.

Menag menegaskan bahwa artinya jika tidak ada kemajemukan, tanpa ada keragaman, dan kebhinnekaan maka tidak ada Indonesia. Semua agama terang Menag, mengajarkan bahwa keragaman adalah ciri kodrati setiap manusia, oleh karena itu sudah menjadi ciri kodrati sebuah bangsa besar Indonesia.

Selain itu di tengah-tengah kondisi dunia saat ini, Menag mengajak umat beragama tidak hanya diam ketika mengahadapi realitas-relaitas yang menjadi ancaman bagi bangsa, negara, dan peradaban kemanusiaan.

Gusmen mengingatkan untuk tetap menjaga nilai-nilai agama agar tidak digunakan sebagai alat untuk mengejar keserakahan dan menaklukkan. Menag menilai bahwa saat ini esensi agama telah banyak dilupakan. Oleh karena hal tersebut, Menag mengajak umat beragama untuk kembali beragama secara sejati.

Dijadwakan Isambudha 2023 akan berlangsung selama 2 hari, yakni tanggal 14 hingga 15 November 2023 besuk.


Sumber
:
Humas Buddha
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait