Jakarta (Bimas Buddha) ----- Dalam upaya mempererat persaudaraan antargenerasi muda serta menumbuhkan nilai-nilai cinta kasih, kebersamaan, dan kepedulian sosial, Kalyana Muda Nusantara menyelenggarakan kegiatan kepemudaan yang berlangsung di Baywalk Mall Pluit, Jakarta Utara, Sabtu (24/10/2026).
Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kerukunan dan Layanan Keagamaan, Pengawasan, serta Kerja Sama Luar Negeri, Gugun Gumilar, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi dan menyambut baik inisiatif Kalyana Muda Nusantara dalam menghadirkan ruang perjumpaan positif bagi generasi muda.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana penting bagi para pemuda untuk saling mengenal, membangun komunikasi, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah keberagaman.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk terus menumbuhkan nilai-nilai toleransi, cinta kasih, dan kepedulian sosial, sekaligus berperan aktif dalam menjaga kerukunan serta memperkuat harmoni kehidupan bermasyarakat. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai luhur dalam ajaran Buddha, yakni Metta (cinta kasih), Karuna (welas asih), Mudita (turut berbahagia atas kebahagiaan orang lain), dan Upekkha (keseimbangan batin), yang menjadi landasan dalam membangun kehidupan yang rukun, damai, dan harmonis di tengah keberagaman.
Sementara itu, Direktur Urusan Agama Buddha, Budi Sulistiyo, yang hadir mewakili Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, saat membacakan sambutan Dirjen Bimas Buddha menyampaikan apresiasi dan menyambut baik kolaborasi organisasi pemuda Buddha dalam menggagas serta menyelenggarakan kegiatan tersebut. Kolaborasi ini dinilai mencerminkan semangat kebersamaan sekaligus kesadaran bahwa membangun generasi muda yang berkarakter, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa merupakan tanggung jawab bersama.
Dalam sambutan tersebut, Dirjen Bimas Buddha menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan bagi generasi muda untuk mempererat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menumbuhkan nilai-nilai cinta kasih dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam konteks kehidupan saat ini, generasi muda memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai pemilik masa depan, tetapi juga sebagai bagian penting dari perubahan yang berlangsung pada masa sekarang. Generasi muda diharapkan mampu mengembangkan potensi, melahirkan gagasan kreatif, membangun jejaring, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat, generasi muda juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penyebaran informasi yang tidak benar, sikap intoleran, hingga kecenderungan menguatnya perpecahan di ruang digital maupun kehidupan sehari-hari. Karena itu, generasi muda perlu membekali diri dengan pengetahuan, kemampuan berpikir kritis, etika, dan karakter yang kuat, serta senantiasa mengedepankan sikap saling menghormati.
Kegiatan Kalyana Muda Nusantara menjadi salah satu ruang untuk memperkuat semangat tersebut. Melalui perjumpaan, pertukaran gagasan, kegiatan sosial, dan berbagai bentuk kreativitas, generasi muda dapat membangun persahabatan, memperluas wawasan, serta mengembangkan kolaborasi yang melampaui batas organisasi dan latar belakang. Dalam ajaran Buddha, nilai mett? dan karu??, yaitu cinta kasih dan welas asih, mengajarkan untuk mengembangkan kepedulian terhadap sesama tanpa membeda-bedakan. Nilai-nilai ini perlu diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti menghargai perbedaan, membantu mereka yang membutuhkan, menjaga ucapan dan perilaku, serta berkontribusi bagi kebaikan bersama.
Pemerintah melalui Kementerian Agama terus mendorong penguatan kerukunan umat beragama dan peningkatan kualitas kehidupan beragama yang damai dan harmonis. Upaya tersebut memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda yang memiliki energi, kreativitas, dan kemampuan untuk menjangkau berbagai kelompok masyarakat.
Pada akhir sambutannya Dirjen berharap Kalyana Muda Nusantara tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal dari berbagai inisiatif dan kerja sama yang berkelanjutan. Kolaborasi yang terbangun diharapkan dapat melahirkan program-program positif yang memperkuat kepedulian sosial, memperluas persaudaraan, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.