Jakarta (Bimas Buddha) ----- Youth Harmony Class yang digelar oleh PKUB Kementerian Agama RI bekerja sama dengan VOIST (Voice of Istiqlal) sukses menghadirkan semangat baru bagi para pemuda Kalimantan Selatan.
Mengangkat tema “Membangun Kerukunan dari Lokal: Literasi, Regulasi, dan Aksi Pemuda”, kegiatan yang berlangsung pada 7 Desember 2025 ini dirancang untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai kerukunan umat beragama dari sudut pandang regulasi, sejarah, hingga upaya kolaboratif di tingkat komunitas.
Untuk memperkaya perspektif kepemudaan, Harmony Class tahun ini menghadirkan beberapa narasumber diantaranya, Habibah Pidi Rohmatu (Dosen PPKN Universitas Lambung Mangkurat), Ahmad Shaleh Amin (Kasubid Diklat Masjid Istiqlal dan GM MULKI Tour & Travel), Karim Bakri (CEO PT IK dan Founder Inisiatif IDN serta Direktur Keuangan NUO) dan perwakilan dari Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI) Eric Fernardo.
Materi yang di bahas dalam Harmony Class yakni peran institusi keagamaan, dinamika kerukunan historis, hingga strategi mencegah konflik melalui literasi digital dan dialog antar komunitas.
Dalam penyampaian materi secara daring, Eric menegaskan bahwa kerukunan harus dibangun secara sistematis melalui literasi dan keterlibatan aktif anak muda. Ia banyak mengulas praktik nyata yang sudah diterapkan dalam gerakan lintas agama di lingkungan Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI), sehingga peserta mendapatkan gambaran konkret mengenai bagaimana kolaborasi dapat menghasilkan perubahan sosial. Pendekatannya yang menggabungkan wawasan akademis dan pengalaman lapangan menjadikan sesi diskusi berjalan hidup dan aplikatif.
Selanjutnya ia memberikan pesan inspiratif kepada para peserta. “Kerukunan itu bukan hanya wacana yang disampaikan di ruang seminar, tetapi komitmen sehari-hari yang kita bangun dari tindakan sederhana. Pemuda memiliki kekuatan besar untuk menjadi jembatan di tengah perbedaan. Kalau anak muda kompak menjaga harmoni, maka Indonesia akan selalu kuat,” ujarnya dalam sesi dialog interaktif.
Dalam kesempatannya peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman komprehensif, tetapi juga terdorong untuk menerapkan aksi nyata di daerah masing-masing. Harmony Class juga memberikan e-certificate serta hadiah saldo Gopay/OVO bagi 10 peserta beruntung sebagai bentuk apresiasi.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara PKUB Kemenag RI dengan institusi pemerintah, komunitas agama, dan pemuda semakin kuat dalam membangun Indonesia yang rukun. Acara ini menjadi bukti nyata bahwa suara anak muda melalui platform seperti VOIST dapat menjadi energi positif untuk merawat keberagaman bangsa.