Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Waisak 2026 di Borobudur Didorong Jadi Ruang Spiritualitas dan Perdamaian

Sabtu, 23 Mei 2026
Kategori : Berita

Magelang (Bimas Buddha) — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi menyampaikan bahwa Kementerian Agama memberikan dukungan penuh atas penyelenggaraan Waisak sehingga umat Buddha di Jawa Tengah dan seluruh Indonesia dapat hadir di Candi Borobudur.

Hal itu disampaikan Supriyadi saat hadiri Press Conference Waisak Nasional 2026 di halaman Lalitavistara Kawasan Candi Borobudur Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah.

Menurutnya pemerintah berkewajiban menjamin hak beribadah semua umat beragama sesuai konstitusi, sehingga koordinasi intens dengan lembaga terkait dilakukan agar kegiatan berjalan baik dan lancar.

“Berkoordinasi dengan seluruh jajaran lembaga, kementerian, dan pemerintah daerah khususnya untuk bersama-sama mempersiapkan kegiatan agar kegiatan kita dapat berjalan dengan baik, lancar sehingga umat buddha juga bisa melaksanakan ibadahnya dengan hikmat,” ujar Supriyadi pada Jumat (22/5/2026).

Supriyadi menjelaskan bahwa penyelenggaraan Waisak tidak hanya bersifat rutin keagamaan semata, tetapi juga menjadi wadah pengembangan spiritualitas bagi umat yang hadir.

Meskipun kapasitas area lapangan kenari zona 1 diperkirakan tidak mencapai 10.000 orang, sehingga sebagian peserta berada di luar lapangan tempat perayaan dirancang sebagai ruang publik yang inklusif untuk memberikan pengalaman spiritual atas candi Buddha. Ia juga mengingatkan bahwa pemanfaatan candi untuk kegiatan keagamaan sesuai dengan peraturan kebudayaan yang berlaku.

Kementerian Agama, lanjut Supriyadi, berupaya menghadirkan pendekatan spiritualitas dan kebudayaan sehingga candi benar-benar memberi manfaat bagi pengunjung.

“Tentu yang kami lakukan adalah bagaimana agar candi ini juga dipergunakan dengan pendekatan spiritualitas ber-kebudayaan. Artinya, ruang ini harus betul-betul bisa memberikan manfaat bagi setiap orang yang akan berkunjung ke Candi Borobudur,” kata Dirjen.

Mengenai makna dan semangat Waisak, Supriyadi menyoroti keunikan perayaan Waisak di Indonesia yang memiliki tradisi tersendiri dan menjadi agenda penting yang terus didukung pemerintah. Dirinya berharap perayaan ini dapat membangkitkan semangat persatuan, kerukunan, dan toleransi di antara umat dan masyarakat luas.

Selain nilai religiusnya, Waisak juga memberi dampak positif sosial yang signifikan serta menjadi momentum penyebaran pesan perdamaian ke seluruh dunia dan tahun ini juga menyertakan program khusus, termasuk Lentera Perdamaian, sebagai bagian dari rangkaian perayaan.

Kontributor: Vividha Jati Ariya Gotami


Sumber
:
Tim Humas
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait