Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Pembangunan Fasilitas Pendidikan dan Keagamaan STIAB Smaratungga Sebagai Benteng Moral bagi Kemajuan Bangsa

Senin, 15 Desember 2025
Kategori : Berita

Boyolali (Bimas Buddha) — Peresmian dua fasilitas penting yakni fasilitas pendidikan dan keagamaan Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Smaratungga merupakan suatu upaya bersama dalam menyiapkan sumber daya manusia sebagaimana program Asta Cita yang digaungkan oleh Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi saat menghadiri Peresmian Purna Pugar Kampus II STIAB Smaratungga, Vihara Veluvana, Pagoda dan Asrama Mahasiswa di Boyolali pada Minggu (14/12/2025).

Dalam sambutannya, Supriyadi menyampaikan bahwa keberadaan fasilitas pendidikan dan keagamaan dalam satu kawasan menunjukkan keseriusan semua pihak dalam membangun SDM yang berkualitas, tidak hanya dari aspek intelektual dan fisik, tetapi juga dari sisi spiritualitas.

“Fasilitas pendidikan meliputi gedung kampus dan asrama mahasiswa, fasilitas keagamaan berupa Vihara Veluvana dan pagoda. Keberadaan fasilitas dalam suatu tempat menunjukkan bahwa disinilah tempat yang strategis untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas baik dari sisi fisik maupun dari sisi non fisiknya atau spiritualitasnya. Kalau boleh saya sebut sebagai benteng moral bagi kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai,” tegasnya.

Lebih lanjut, Supriyadi menjelaskan bahwa Kementerian Agama sejak awal tahun 2025 telah menggaungkan dua program prioritas, yakni Kurikulum Cinta dan Ekoteologi. Kedua program tersebut bertujuan membangun umat beragama yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga memiliki landasan keyakinan dan etika yang kuat.

Dirinya menguraikan konsep keterkaitan tiga pilar utama, yakni sistem keyakinan (mythos), pengetahuan (logos), dan tindakan nyata (ethos). Menurutnya, integrasi ketiganya akan melahirkan insan beragama yang berkarakter luhur, cerdas, serta mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.

“Benteng moral yang dibangun di Kabupaten Boyolali khususnya di Ampel ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan untuk menciptakan umat manusia yang memiliki keyakinan luhur sekaligus kecerdasan untuk berbakti, berkarya bagi kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya.

Terkait program Ekoteologi, Dirjen Bimas Buddha menekankan pentingnya peran nilai-nilai agama dalam menjaga dan merawat ekosistem. Dengan keterlibatan aktif umat dalam melindungi lingkungan, alam semesta akan mendukung keberlangsungan tugas dan tanggung jawab manusia.

Pada kesempatan tersebut, Supriyadi juga berpesan agar seluruh fasilitas yang telah diresmikan dapat dimanfaatkan secara optimal. Rumah ibadah diharapkan tidak hanya menjadi tempat peribadatan, tetapi juga pusat pembinaan umat agar semakin berdaya. Sementara itu, fasilitas kampus hendaknya menjadi ruang yang nyaman bagi mahasiswa dan dosen untuk belajar, bertumbuh, dan berkembang seiring kemajuan peradaban.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Sangha Agung Indonesia, YM. Khemacaro Mahathera, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas peresmian STIAB Smaratungga beserta fasilitas pendukungnya. Pihaknya berharap seluruh civitas akademika semakin bersemangat dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi perkembangan agama Buddha.

“Semoga Vihara Veluvana sebagai auditorium STIAB Smaratungga dapat memberikan manfaat nyata bagi perkembangan Agama Buddha, khususnya bagi Keluarga Buddhayana Indonesia, dan kontribusi ini dapat terus dijaga serta dikembangkan,” ungkapnya.

Peresmian ini diharapkan menjadi momentum penguatan peran lembaga pendidikan dan keagamaan Buddha dalam mencetak generasi unggul yang berintegritas, berwawasan spiritual, serta peduli terhadap keberlanjutan lingkungan dan pembangunan bangsa.

Kontributor: Dwiyana Mettasari


Sumber
:
Tim Humas
Penulis
:
A Wardiyanto
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait