Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809
Puslitbang LKKMO Gelar Persiapan Omnibus Riset dan Survei Zona Integritas

Guru Menjadi Penerang dan Sosok yang Mencerahkan Setiap Generasi

Minggu, 26 November 2023
Kategori : Berita

Jakarta (Bimas Buddha) --------- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan Guru Iah suluh bangsa yang menjadi penerang dan sosok yang mencerahkan setiap generasi, mengantarkan kebangkitan dan kemajuan bangsa.

Hal itu disampaikan Menag saat upacara peringatan Hari Guru Nasional, di Kantor Kementerian Agama Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta (25/11/2023).

“Hanya orang-orang terbaiklah yang terpilih menjadi guru. Baru memilih profesi lainnya. Guru adalah profesi yang sangat agung dan bermartabat. Apresiasi tertinggi patut disematkan kepada guru-guru Indonesia,” ungkap Gus Men panggilan akrabnya.

Menag juga mengingatkan pesan Bapak Guru Indonesia, Ki Hajar Dewantara, berpesan, "Ing ngarsa sung tulada, Ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani,”. Guru adalah mereka yang terus memberikan keteladanan di depan, menciptakan prakarsa dalam kebersamaan, dan memotivasi untuk terus berprestasi.

Menanggapi kompleksitas tantangan zaman, Menag mencatat bahwa guru bertanggung jawab membentuk generasi yang tangguh, sejalan dengan nilai agama dan budaya. Dalam era transformasi digital dan kehadiran kecerdasan buatan seperti Chat GPT Artificial Intelligence (AI), guru dihadapkan pada peran baru sebagai pembelajar yang terus berkembang.

Tema Hari Guru Nasional tahun 2023, "Guru Pembelajar, Bahagia Mengajar," mencerminkan peran guru yang transformatif. Kementerian Agama berkomitmen untuk memfasilitasi peningkatan kompetensi guru melalui program digital literacy, digitalisasi madrasah, dan bantuan pembelajaran digital. Pemerintah juga berjanji untuk terus meningkatkan kesejahteraan guru sebagai kunci peningkatan kualitas pendidikan.

Menag juga mengucapkan kepada semua guru atas inspirasi, welas asih, dan kasih sayang yang mereka tanamkan dalam proses mengajar.

“Guru bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, dan moralitas anak didik. Semoga para guru terus berbahagia dalam menjalankan tugas sebagai pilar pembentukan generasi Indonesia Emas 2045,” pugkasnya.


Sumber
:
Humas Buddha
Penulis
:
Tim Humas
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait