Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Maknai Moderasi, Supriyadi Tutup Temu Karya Ilmiah Uraikan Angka 6

Selasa, 30 April 2019
Kategori : Berita

Memaknai apa yang dikatakan Kang zastrouw, moderasi beragama harus menjadi gaya hidup sekarang. Terkait hal tersebut strategi yang harus dilakukan adalah harus bisa hidup saling memahami dengan saling berkalyanamitta atau bersilahturahmi.

Hal tersebut diucapkan Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha saat Menutup Temu Karya Ilmiah Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Buddha (TKI PTAB), Yogyakarta (26/06). Pada kesempatan itu Supriyadi memanggil 2 peserta dari berbeda PTAB untuk diuji pemaknaan angka 6.

“Sekarang angka berapa ini?,” ucap Supriyadi sembari memutar angka tersebut menjadi angka 9 ke arah peserta satunya.

“Untuk memiliki pemahaman yang utuh apakah angka ini 6 atau 9 ataukah dapat dimaknai keduabya, maka bertukarlah posisi agar anda dapat memahami bahwa angka ini menjadi bermakna, tidak hanya menurut pemahaman sendiri,” jelas Supriyadi terkait memaknai moderasi dalam arti yang sangat simpel.

Terkait pengembangan kreativitas mahasiswa, Ditjen Bimas Buddha masih akan terus meningkatkan kualitas dan kuantitasnya. Dikatakannya tiap tahun akan terus meningkat.

“Mudah-mudahan makin terus berkualitas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ucap Supriyadi.

Malam sebelumnya dalam rangkaian acara tersebut, berlangsung Komedhi (Kongkow Bareng Mahasiswa Buddhis) bersama budayawan zastrouw al-Ngatawi. Talkshow itu penuh inspiratif terkait strategi-strategi pelaksanaan moderasi beragama.

TKI PTAB terdiri dari rangkaian acara 5 lomba yakni  Pengembangan Kreativitas Mahasiswa dalam bidang penelitian, Pengabdian Masyarakat,  Kewirausahaan, Karya Cita, serta Kajian Tripitaka. Selain bidang lomba tersebut, diadakan pula kegiatan penunjang yakni malam Vlog Award dan Pagelaran Seni.


Sumber
:
Penulis
:
eddwin
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait