Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Di Bawah Guyuran Air Hujan, Umat Buddha Peringati Magha Puja

Minggu, 10 Maret 2024
Kategori : Berita

Magelang (Bimas Buddha) ------- Ribuan umat Buddha mengikuti peringatan Magha Puja 2567 BE/2024 di pelataran Candi Borobudur dalam suasana hujan deras, namun umat tetap mengikuti hingga usai.

Magha Puja dirayakan untuk mengenang berkumpulnya 1.250 Bhikkhu yang ditahbiskan langsung oleh Sang Buddha tanpa diundang

Umat sebagaian besar memakai jas hujan dari plastik atau payung dalam mengikuti prosesi Magha Puja dan selanjutnya melaksanakan pradaksina mengelilingi Candi Borobudur sesuai dengan arah jarum jam.

Direktur Jenderal Bimas Buddha, Supriyadi dalam kesempatan hadir mengatakan acara ini sebagai upaya umat Buddha untuk memberikan makna atas kebijakan Presiden Joko Widodo yang menjadikan Candi Borobudur sebagai pusat ibadah agama Buddha Indonesia dan dunia.

"Ini kedua kalinya teman-teman dari keluarga besar Buddhayana Indonesia melaksanakan Peringatan Magha Puja yang tahun ini dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2024,” ungkapnya pada Sabtu (9/3/2024) di Magelang.

Dirjen menambahkan Magha Puja ini memperingati peristiwa penting di mana 1.250 orang bhikkhu hadir di satu acara Buddha tanpa diundang dan di situlah mereka semua adalah para bhikkhu yang ditahbiskan," jelasnya.

Supriyadi juga memberikan apresiasi kepada umat Buddha atas antusiasnya mengikuti Magha Puja yang berlangsung di Candi Borobudur sekalipun diguyur hujan deras tetap mengikuti Magha Puja hingga akhir.

Dirjen menyebut walaupun hujan begitu derasnya umat dengan penuh kesadaran dari sebuah komitmen spiritual yang sesungguhnya rasa haus untuk mendapatkan hujan, dinginnya spiritual ini menjadi sangat penting.

Bhante YM. Khemacaro Mahathera sekaligus Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Sangha Agung Indonesia mengatakan Hari Raya Magha Puja merupakan salah satu perayaan agama Buddha yang besar.

Menurutnya ini adalah tahun kedua di mana Sangha Agung Indonesia bersama keluarga Buddhayana Indonesia memohon dukungan pemerintah untuk melaksanakan kegiatan Hari Magha Puja secara nasional di Candi Borobudur.

“Magha Puja dianggap penting merupakan peristiwa yang luar biasa. Di mana ini untuk mengenang pertama berkumpulnya 1.250 bhikkhu yang ditahbiskan langsung oleh Buddha Gautama,” kata Bhante

Mereka (para bhikkhu) lanjut Bhante berkumpul tanpa diundang dan mempunyai tingkat kesucian tertinggi dalam agama Buddha, pada saat bulan Purnama dan Buddha memberikan nasihat terakhir sebelum Buddha wafat.

Bhante Khemacaro menyebut peringatan Magha Puja ini akan dijadikan sebagai kalender yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Kegiatan ini akan dilaksanakan setiap bulan Maret.


Sumber
:
Humas Buddha
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait