Page 170 - Demo
P. 170
151 BAB IVPANCASILA BUDDHIS PENUNTUN HIDUPKUmenjadi warga negara yang baik, dan berkualitas. Buddha mengajarkan kepada pengikutnya untuk saling menghormati dan menghargai sesama pemeluk dan antar umat beragama. Ajaran Buddha menjunjung tinggi kebersamaan dan keharmonisan. Dalam Sangha, umat hidup rukun dan saling membantu. Hal ini diterapkan agar terjalin moderasi kerukunan umat beragama, menghargai perbedaan budaya, dan bersatu dalam keberagaman. Anjuran Buddha dalam Kalama Sutta, %u201c Toleransi beragama adalah bagian dari Mett%u0101 (Cinta kasih) dan Karu%u1e47%u0101 (Belas kasih) terhadap semua makhluk. Buddha mengajarkan untuk tidak memaksakan keyakinan kepada orang lain, melainkan menghormati perbedaan pandangan. Buddha menekankan pentingnya hidup berdampingan secara damai, saling menghormati, dan tidak mencela kepercayaan lain, demi terciptanya keharmonisan bersama. Tabel 4.10 Keselarasan Nilai Pancasila dan Ajaran BuddhaNo Sila Pancasila Ajaran dalamBuddha Dharma Penjelasan 1 Ketuhanan Yang Maha EsaKeyakinan danpenghormatan pada hukum karma dan DhammaWalau tidak menyebutTuhan secara teistik,Ajaran Buddhamengajarkan hormat,spiritualitas, dankehidupan suci.2Kemanusiaan yang adil danberadabMetta (Cinta kasih), Karuna (Kasih sayang)Menghargai semua makhluk hidup tanpa kekerasan atau kebencian.3 Persatuan IndonesiaToleransi dankerukunan antar umatBuddha mengajarkanpentingnya hidup harmonis dan menghormatiperbedaan.4Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanan dalam permusyawaratan perwakilanMusyawarah dankebijaksanaan (Pa%u00f1%u00f1%u0101)Buddha mendorongdiskusi yang penuhpengertian dan tidakmemaksakan kehendak.Hal ini tercermin dalam aturan kebhikkhuan dankisah-kisah Jataka5Keadilan sosial bagi seluruh rakyatIndonesiaKedermawanan (D%u0101na) dan welas asihMemberi kepadasesama dan menghapuspenderitaan tanpamembeda-bedakan.

