Page 52 - Demo
P. 52


                                    33 BAB IUPAYA MENJADI BUDDHASetiap orang pasti mengalami kesulitan. Kesulitan bisa berupa masalah ekonomi, kegagalan belajar, konflik keluarga, kehilangan orang tercinta, atau rasa takut. Semua itu adalah bagian dari hidup. Apa yang kita alami adalah akibat dari perbuatan kita di masa lalu. Yang penting bukan hanya kesulitannya, tetapi bagaimana kita menghadapinya.Dalam Ajaran Buddha, kesulitan bukan hukuman. Kesulitan adalah bagian dari hukum sebab-akibat (Kamma) dan bisa menjadi kesempatan untuk berbuat baik.Menghadapi kesulitan dengan baik berarti tidak membalas penderitaan dengan kemarahan. Kita harus membalasnya dengan pikiran, ucapan, dan perbuatan yang benar.Kita bisa meneladani Petapa Siddharta yang mengatasi masalah hingga menjadi Buddha. Beliau mengajarkan kita untuk menerima karma dengan hati besar, bersabar, melatih cinta kasih, berbuat baik, dan melatih pikiran dengan meditasi.Buddha bersabda, %u201cOrang yang bisa sabar ketika marah, seperti menahan kuda liar, itulah pahlawan sejati%u201d (Dhammapada 103).Kita harus bijaksana dalam berpikir, berbicara, dan berbuat. Kita juga perlu menerima akibat perbuatan dengan sabar. Kesulitan adalah bagian dari hidup, bukan hukuman tetapi akibat dari perbuatan masa lalu. Jadikan kesulitan merupakan kesempatan baik, bukan sebuah hukuman.Dari peryataan di atas, apa yang kalian rasakan jika orangtua kalian mengalami kesulitan ekonomi? Apa yang akan kalian lakukan?Jika hal itu juga dialami gurumu karena kemalasanmu, kesulitan mengajarimu, membimbingmu, Apa juga yang akan kalian lakukan?Bagaimana cara atasi solusi kesulitan gurumu?Apa yangKalian Pahami
                                
   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56