Page 56 - Demo
P. 56
37 BAB IUPAYA MENJADI BUDDHAAdegan 1 %u2013 Di Dalam KelasAdegan 2 %u2013 Guru Masuk MenengahiAkhir KisahWirya :Pandu :Wirya :Pandu :Ibu Rani :Bu Rani :Wirya :Pandu :Bu Rani :Wirya :Bu Rani :Wirya :Bu Rani :(Suasana kelas sedang belajar. Pandu dan Wirya duduk bersebelahan)(Bu Rani datang ke tengah kelas, wajahnya tenang tapi tega)(Wirya dan Pandu bersalaman. Suasana kembali tenang) (Kelas tepuk tangan pelan. Wirya dan Pandu tersenyum.)(Keduanya mulai beradu mulut dan hampir berkelahi. Suasana kelas menjadi gaduh)(berbisik sambil tertawa) Pandu, rambutmu seperti sapu! Hahaha%u2026(tersinggung dan marah) Apa?! Kamu memang suka ngejek terus!(masih bercanda) Ah, cuma bercanda kok!(berdiri dan mendorong Wirya) Aku gak suka! Jangan ganggu aku!Ingat, di kelas ini kita belajar bukan hanya pelajaran, tapi juga belajar menjadi orang baik. Kalau ada masalah, selesaikan dengan hati, bukan dengan marah dan pertengkaran.Anak-anak, tenang dulu. Pandu, Wirya, duduk. Ada apa ini?Aku cuma bercanda, Bu. Tapi Pandu marah.Dia selalu mengejek, Bu! Aku gak tahan!(duduk bersama mereka berdua) Bercanda itu boleh, tapi harus tahu batasnya. Wirya, kalau temanmu tidak nyaman, itu bukan canda, tapi menyakiti.(menunduk) Maaf, Bu%u2026 Maaf, Pandu%u2026Dan Pandu, membalas dengan marah atau kekerasan bukan solusi. Kalau kamu marah, tarik napas dulu. Sampaikan dengan tenang.Iya, Bu. Maaf juga, aku terlalu emosi...Bagus. Kalian berdua sudah berani mengakui kesalahan dan mau berubah. Itu sikap yang hebat. Sekarang, ayo salaman.

