Page 193 - Demo
P. 193
Buku SiswaPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas V 174Perhatikan gambar di samping! Apa yang kalian lihat? Menurut kalian, apa yang Pandu rasakan?Bagaimana jika hal tersebut terjadi pada kalian?Bagaimana sikap kalian jika melihat teman yang bersedih?Gambar 5.10 Mainan Pandu rusakSumber: Dokumen Ditjen Bimas Buddha, 2025Pernahkah kalian mencoba merasakan apa yang orang lain rasakan? Kemampuan untuk memahami dan ikut merasakan perasaan orang lain disebut %u201cEmpati%u201d. Ketika teman kalian sedih, kalian bisa ikut merasakan kesedihannya. Ketika ia senang, kalian pun bisa ikut merasakannya. Dari empati, muncullah Solidaritas. Solidaritas adalah sikap setia kawan, rasa kebersamaan, dan keinginan untuk saling mendukung. Tahukah kalian? Dua sikap hebat ini sangat sejalan dengan Ajaran Buddha tentang Brahmavih%u0101ra atau Sifat Luhur.Empati sangat dekat dengan kekuatan hati yang disebut Karu%u1e47%u0101 (Belas Kasih). Saat kalian berempati pada teman yang sedang menderita, Karu%u1e47%u0101 mendorongmu untuk tidak hanya diam, tetapi juga bertindak untuk menolongnya.Solidaritas bisa kita tunjukkan dengan dua cara. Saat teman sedang susah, kita menunjukkan solidaritas dengan menolongnya (Praktik Karu%u1e47%u0101). Dan saat teman sedang sukses atau bahagia, kita menunjukkan solidaritas dengan ikut merayakan keberhasilannya, bukan malah iri (Praktik Mudit%u0101).Dengan menumbuhkan empati dan solidaritas, kita sedang melatih hati kita untuk menjadi lebih luhur dan penuh cinta kasih.Perbuatan dalam Pikiran, Ucapan, dan JasmaniPembelajaran 24Ayo Pahami

