Page 187 - Demo
P. 187


                                    Buku SiswaPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas V 168Apa yangKalian PahamiPahamilah materi di atas dengan menjawab soal-soal berikut!1. Mengapa pikiran diibaratkan seperti ruang kendali kapal?2. Apa yang terjadi jika kapten kapal memiliki pikiran iri atau jahat?3. Ucapan kapten diibaratkan seperti apa dalam kapal? Berikan contohnya!4. Mengapa ucapan sopan seperti %u201cmaaf%u201d atau %u201cterima kasih%u201d penting dalam perjalanan kapal?5. Sebutkan contoh perbuatan baik yang dilakukan melalui badan jasmani!6. Menurut Ajaran Buddha, dari pikiran, ucapan, dan perbuatan, manakah yang menjadi pemimpin? Mengapa?7. Apa perbedaan hasil perjalanan antara kapten yang bijak dan kapten yang ceroboh?Tombol Pengendali PikiranSimak cerita berikut!Wirya sangat ingin menang dalam lomba lari di sekolah. Pikirannya dipenuhi keinginan untuk menjadi juara satu. Suatu hari, muncul sebuah pikiran licik di kepalanya: %u201cBagaimana kalau aku mendorong Pandu, saingan terberatku, agar ia jatuh?%u201dPikiran ini seperti pengendali yang menekan tombol merah. Akibatnya, dari mulut Wirya keluar ucapan-ucapan yang tidak enak didengar. %u201cLari Pandu lambat sekali!%u201d ejeknya sebelum lomba. Puncaknya, saat lomba berlangsung, tangan Wirya benar-benar mendorong Pandu hingga terjatuh. Wirya memang menang, tetapi tidak ada satu pun teman yang memberinya selamat. Hatinya terasa hampa dan sepi. Ia menyadari bahwa pengendali pikirannya telah menekan tombol yang salah. Seminggu kemudian, ada lomba cerdas cermat. Kali ini, Wirya menekan tombol Gambar 5.6 PengendaliPikiran Wirya Sumber: Dokumen Ditjen BimasBuddha, 2025Ayo Jalani
                                
   181   182   183   184   185   186   187   188   189   190   191