Page 194 - Demo
P. 194


                                    175 BAB IVPANCASILA BUDDHIS PENUNTUN HIDUPKUBAB VHUKUM SEBAB AKIBATPengorbanan Raja Kera yang Penuh Empati (Mah%u0101kapi J%u0101taka)Dahulu kala, di lereng pegunungan Himalaya, Bodhisattva terlahir sebagai seekor raja kera yang gagah dan bijaksana. Ia memimpin 80.000 kera lainnya. Mereka tinggal dengan damai di dekat sebuah pohon mangga raksasa yang buahnya sangat manis dan lezat.Suatu hari, seorang raja manusia yang sedang berburu menemukan pohon itu. Ia begitu terpesona dengan rasa buahnya, hingga timbul sifat serakah dalam dirinya. Ia memerintahkan para pemanahnya untuk mengepung pohon dan menangkap semua kera agar ia bisa memiliki semua buah mangga itu untuk dirinya sendiri.Melihat rakyatnya dalam bahaya besar, hati sang raja kera dipenuhi oleh empati yang mendalam (Karu%u1e47%u0101). Tanpa ragu, ia memanjat ke puncak pohon, mengambil rotan yang sangat panjang, mengikat salah satu ujungnya di kakinya dan ujung yang lain di sebuah pohon di seberang sungai. Dengan gagah berani, ia merentangkan tubuhnya, menjadi jembatan hidup bagi 80.000 keranya untuk menyeberang ke tempat yang aman.Semua rakyatnya berhasil selamat, namun tubuh sang raja kera terluka parah. Raja manusia yang menyaksikan tindakan solidaritas yang luar biasa itu merasa sangat terharu. Sifat serakahnya hancur, digantikan oleh rasa hormat. Ia pun merawat sang raja kera dan belajar darinya tentang arti kepemimpinan yang sejati, yaitu kepemimpinan yang dilandasi oleh empati dan belas kasih. Gambar 5.11 Raja Kera Sumber: Dokumen Ditjen Bimas Buddha, 2025Jawablah pertanyaan berikut!1. Siapa tokoh utama dalam kisah ini?2. Apa masalah yang dihadapi oleh Raja Kera dan rakyatnya?3. Bagaimana cara Raja Kera menyelamatkan rakyatnya?4. Nilai apa yang bisa kita pelajari dari tindakan Raja Kera?5. Bagaimana kamu bisa meneladani sikap Raja Kera di sekolah dan di rumah?
                                
   188   189   190   191   192   193   194   195   196   197   198