Page 90 - Demo
P. 90
71 BAB IIKETELADANAN BUDDHAApa yang terjadi pada gambar di atas? Apakah Buddha mampu mengalahkan gajah yang besar?Di mana gajah-gajah bertempat tinggal?Devadatta adalah sepupu Buddha. Ia iri karena banyak orang menghormati Buddha. Devadatta ingin menyakiti Buddha. Suatu hari, ia memilih gajah besar bernama Nalagiri. Gajah itu terkenal liar dan kuat. Devadatta memberi minuman keras pada gajah itu. Nalagiri menjadi mabuk dan marah. Devadatta melepaskan gajah itu untuk menyerang Buddha. Para murid sangat takut melihat gajah berlari.Tetapi Buddha tetap tenang dan penuh kasih. Beliau menatap gajah dengan damai.Gambar 2.17 DevadattaMemecahbelah SanghaSumber: Dokumen Ditjen Bimas Buddha, 2025Akhirnya Nalagiri yang marah menjadi jinak. Ia duduk dengan lembut di depan Buddha. Anak-anak, mengapa gajah Nalagiri menjadi jinak dan tunduk kepada Buddha? Semua orang sangat terkejut dan kagum melihat kejadian itu. Devadata tidak hanya meracuni gajah, tetapi dia juga meracuni para bhikkhu lain dengan membujuk dan memfitnah Buddha. Devadatta mencoba memecah belah para murid dan pengikut Buddha dengan menyebarkan gosip dan ajakan untuk meninggalkan Buddha. Tapi sikap bijaksana dan kasih sayang Buddha mampu menjaga komunitas tersebut tetap bersatu dan kuat.Dalam menghadapi semua ancaman dan kekejaman yang dilakukan Devadatta, Buddha tidak pernah membalas dengan kemarahan atau kebencian. Beliau selalu menghadapi dengan ketenangan, keberanian, dan sikap penuh kasih. Itulah yang membuat hati beliau tetap damai dan kuat, tidak tergoyahkan oleh perbuatan jahat

